41 Juta Jiwa Lebih Terima Manfaat dari Dana Umat yang Disalurkan Dompet Dhuafa

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dompet Dhuafa mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Hingga 2025, lembaga filantropi Islam ini telah menjangkau 41.846.341 jiwa penerima manfaat sejak berdiri pada 1993, melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan dan berdampak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat sebanyak 23,85 juta orang atau 8,47 persen, menurun dibandingkan September 2024 dan Maret 2024.

Dari angka tersebut, Dompet Dhuafa telah menjangkau sekitar 2,82 juta jiwa, atau setara 12 persen dari total penduduk miskin nasional.

Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif mendampingi negara dalam menurunkan angka kemiskinan melalui program di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, serta dakwah dan budaya yang terukur dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam agenda "Indonesia Humanitarian Summit 2025 & Philanthropy Report" bertema “Empowerment to the Next Level”.

Forum ini menekankan bahwa filantropi tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi menghadirkan solusi jangka panjang agar kaum dhuafa mampu keluar dari jerat kemiskinan dan hidup lebih bermartabat.

Sepanjang 2025, total penghimpunan Dompet Dhuafa mencapai Rp 426,51 miliar, dengan penyaluran Rp 422,94 miliar.

Tingkat serapan penyaluran mencapai 103 persen, yang dinilai sangat efektif berdasarkan indikator Allocation to Collection Ratio dan Zakat Core Principle. Total layanan sepanjang 2025 mencapai 3.632.925 layanan dengan 2.828.823 jiwa penerima manfaat.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini mengatakan Dompet Dhuafa yang telah berusia 32 tahun kini memiliki jaringan nasional dan internasional di lima negara, yakni Indonesia, Hong Kong, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat.

Menurutnya, penghimpunan 2025 mengalami kenaikan 12,49 persen dibandingkan 2024. Jumlah penerima manfaat juga meningkat 11,11 persen, dengan dominasi pada sektor kebencanaan dan bantuan kemanusiaan.

“Penerima manfaatnya lebih dari 3 juta setiap tahun. Itu rata-rata 2 juta setengah itu paling kecil biasanya dan tahun ini Alhamdulillah naik sebesar 11,11 persen karena tahun ini mencapai 3.632.925, yang terbanyak lagi-lagi memang di daerah bencana," ujar Juwaini saat sambutan di NT Tower, Jakarta Timur, Kamis (15/6/2026)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |