Aransemen Megah 'Hari Merdeka' Erwin Gutawa Disaksikan Ratusan Kali dalam Hitungan Jam

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Video aransemen baru lagu "Hari Merdeka" karya Husein Mutahar garapan komposer Erwin Gutawa langsung disaksikan ratusan kali hanya dalam hitungan jam. Video tersebut disiarkan secara serentak di kanal YouTube pada Minggu malam, pukul 20.00 WIB.

Video aransemen megah ini dapat disaksikan oleh publik melalui kanal YouTube resmi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud) serta Kanal Indonesiana TV. Peluncuran ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon memuji hasil produksi audio-visual tersebut. Ia menilai aransemen ini sukses menyajikan nuansa megah (grande) sekaligus relevan dengan semangat zaman generasi muda saat ini.

"Iya, menurut saya sih luar biasa. Terima kasih banyak ini Mas Erwin dan seluruh penyanyi ini. Satu hasil kerja singkat, cepat, efisien, padat, gitu ya. Luar biasa. Bangga, gitu ya," kata Fadli Zon di Jakarta. Ia menambahkan bahwa kemegahan lagu dan semangat zamannya sangat terasa dari awal hingga akhir, menjadikan lagu ini semakin relevan.

Proses Produksi Singkat dan Fakta Unik

Meskipun menyajikan visual dan musik yang megah, pengerjaan aransemen lagu perjuangan ini menyimpan fakta unik di balik proses produksinya. Penyanyi Novia Bachmid mengungkap bahwa seluruh proses pengambilan vokal sekaligus syuting video klip tersebut rampung hanya dalam waktu satu pekan sebelum tanggal peluncurannya.

"Iya, take vokal, terus langsung video saat itu juga," ungkap Novia Bachmid. Hal ini menunjukkan efisiensi dan kerja keras tim produksi di bawah arahan Erwin Gutawa.

Selain Novia Bachmid dan Harvey Malaihollo, musisi yang tampil dalam video tersebut adalah Shabrina Leanor, Ardhito Pramono, Ruth Sahanaya, Titik Hamzah, Vina Panduwinata, Judika, Ahmad Albar, dan Rita Butar Butar. Kolaborasi lintas generasi ini menjadi daya tarik utama dari video tersebut.

Arahan Sukacita dari Erwin Gutawa

Komposer Erwin Gutawa menjelaskan bahwa dalam mengarahkan jajaran penyanyi lintas generasi, ia sengaja menekankan aspek ekspresi sukacita dan kemeriahan. Tujuannya agar emosi perayaan kemerdekaan 17 Agustus terpancar kuat melalui gestur serta mimik wajah para penampil.

"Sebelum mereka nyanyi saya selalu kasih, bukan arahan, ya, apa gitu. Saya pengin nampilin suasana sukacita, kegembiraan, karena kita lagi merayakan sesuatu yang keren, apa yang istimewa, gitu. Jadi, itu harus tergambar dari nyanyian dan mimik-mimiknya, gitu," tutur Erwin Gutawa. Dalam meramu keselarasan vokal, Erwin dibantu oleh putrinya, Gita Gutawa yang bertindak sebagai produser bersama, serta penata vokal Meltho Sinyal.

Penyanyi senior Harvey Malaihollo menambahkan bahwa pesan-pesan nasionalisme di dalam lagu perjuangan hanya akan tersampaikan secara utuh kepada masyarakat jika seluruh elemen musik dan visual menyatu di belakang karya tersebut.

Refleksi Kemerdekaan Musik Indonesia

Pada akhir acara peluncuran, para pembicara menyampaikan refleksi tentang arti kemerdekaan musik Indonesia. Erwin Gutawa memaknainya sebagai musik yang baik dan bagus, sementara Novia Bachmid menyebut musik Indonesia yang merdeka adalah musik yang gembira.

Harvey Malaihollo mengartikannya sebagai musik yang keren. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa musik Indonesia yang merdeka adalah musik yang membawa budaya bangsa semakin dikenal di seluruh dunia. "Yang membawa budaya kita semakin dikenal seluruh dunia," ujar Fadli Zon.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |