Deteksi Dini Penyakit Kronis Masih Rendah, Ribuan Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis

1 week ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit kronis dinilai masih rendah. Padahal, banyak warga baru mengetahui kondisi kesehatannya setelah menjalani pemeriksaan medis dasar seperti tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.

Hal tersebut terlihat dalam program Cek Segitiga: Cek Kesehatan Gratis yang digelar Dexa Group bersama RS Santo Yusup di GOR Saparua, Bandung, Ahad (10/5/2026). Dari 602 warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, sebanyak 67,8 persen teridentifikasi memiliki potensi risiko kesehatan tinggi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan 44,9 persen peserta mengalami hipertensi, 37,2 persen memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 8,6 persen terindikasi diabetes. Temuan tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum menyadari potensi risiko kesehatannya.

Dokter RS Santo Yusup, dr. Sriyani, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular di masyarakat.

“Banyak peserta merasa dirinya sehat, tetapi setelah diperiksa ternyata memiliki tekanan darah atau kolesterol yang cukup tinggi. Karena itu, deteksi dini sangat penting agar risiko penyakit bisa dicegah lebih awal,” ujar Sriyani.

Ia mengatakan gaya hidup modern turut memengaruhi meningkatnya risiko penyakit kronis di masyarakat, mulai dari kurang olahraga hingga pola makan tinggi gula dan lemak.

“Lifestyle menjadi faktor yang sangat menentukan. Menjaga pola makan, rutin bergerak, dan cek kesehatan berkala adalah langkah sederhana yang penting untuk kesehatan jangka panjang,” katanya.

Direktur Utama PT Dexa Medica, V. Hery Sutanto, mengatakan program Cek Kesehatan Gratis menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendekatan promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Menurut Hery, program tersebut kini memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan telah menjangkau lebih dari 12 ribu warga di berbagai kota di Indonesia.

“Program Cek Kesehatan Gratis ini telah memasuki tahun ketiga dan telah menjangkau lebih dari dua belas ribu masyarakat di berbagai kota. Kami ingin mendorong masyarakat agar semakin sadar bahwa menjaga kesehatan perlu dimulai dari langkah sederhana, salah satunya melalui pemeriksaan kesehatan rutin,” ujar Hery.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memperluas jangkauan program agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan dan edukasi mengenai pencegahan penyakit tidak menular.

Kegiatan tersebut juga dikemas bersama olahraga komunitas, edukasi kesehatan, dan permainan interaktif guna mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian.

Salah seorang peserta, Adila Yuliandawati (24 tahun), mengaku kegiatan tersebut membuat dirinya lebih peduli terhadap kondisi kesehatan pribadi.

“Seru banget karena bisa olahraga bareng, cek kesehatan gratis, dan dapat edukasi juga. Jadi bukan cuma datang buat periksa, tapi sekalian jadi lebih aware buat mulai hidup sehat,” katanya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |