Eropa Ramai-ramai Kirim Pasukan ke Greenland Waswas Ancaman Trump

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Berbagai negara Eropa ramai-ramai mengerahkan pasukan ke Greenland saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan merebut pulau tersebut.

Sejumlah personel militer dari Jerman telah menuju Greenland sejak Kamis (8/1) lalu yang terdiri dari 13 anggota tim pengintai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga prajurit Swedia juga sudah dikirim, bersama dengan dua personel dari Norwegia. Prancis sementara itu mengirim sekitar 15 spesialis gunung, yang akan diperkuat dalam beberapa hari mendatang oleh aset darat, udara, dan laut.

Satu tentara Inggris juga bergabung dengan kelompok pengintai. Belanda, pada bagiannya, menyatakan akan mengirim satu personel angkatan laut. Sedangkan Finlandia akan mengirim dua liaison officer militer.

Pengerahan pasukan Eropa dalam jumlah terbatas ini dilakukan untuk membantu Denmark mempersiapkan latihan militer pada akhir tahun mendatang. Pengiriman pasukan ini juga dilakukan saat negara-negara Eropa waswas dengan ancaman invasi Trump.

Trump belakangan menggencarkan ambisinya untuk mengambil alih Greenland. Ia sejak lama mengidam-idamkan pulau kaya mineral tersebut dengan alasan Greenland penting bagi keamanan AS. Alasan utamanya sendiri lantaran takut Rusia dan China duluan menguasai Greenland.

Media-media telah melaporkan bahwa Trump sudah memerintahkan militer untuk menyusun rencana invasi ke Greenland. Sejak resmi menjabat Presiden, Trump memang tidak mengesampingkan opsi militer di Greenland demi mewujudkan hasratnya.

Trump baru-baru ini juga menyuarakan klaim bahwa Denmark tidak bisa diandalkan untuk melindungi Greenland selaku wilayah otonomnya.

Denmark sementara itu sudah menyatakan akan menghadirkan pasukan NATO yang 'lebih besar dan permanen' guna mengamankan pulau terbesar di dunia itu.

"Jelas bahwa sekarang kita mau merencanakan kehadiran yang lebih besar dan lebih permanen sepanjang tahun 2026. Ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa keamanan di Arktik bukan hanya untuk Kerajaan Denmark, tetapi untuk seluruh NATO," kata Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen.

Marc Jacobsen, profesor di Royal Danish Defence College, mengatakan bahwa pengerahan pasukan Uni Eropa ke Greenland mengirim dua pesan utama kepada pemerintahan Trump.

"Salah satu tujuannya adalah untuk mencegah, untuk menunjukkan bahwa 'jika Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu secara militer, kami siap membela Greenland'," katanya kepada Reuters.

"Dan tujuan lainnya adalah untuk mengatakan: 'Baiklah, kami menanggapi kritik Anda dengan serius, kami meningkatkan kehadiran kami, menjaga kedaulatan kami, dan meningkatkan pengawasan atas Greenland'," lanjutnya.

(blq/asr)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |