Hoaks-Ujaran Kebencian Tak Terkendali, Tetangga RI Blokir Facebook

1 week ago 7

8000hoki.com List Daftar website Slots Maxwin Malaysia Terkini Sering Menang Full Setiap Hari

hokikilat.com Pusat ID website Slots Gacor Indonesia Terkini Gampang Lancar Win Setiap Hari

1000 hoki Data Agen web Slots Maxwin Cambodia Terbaik Pasti Scatter Full Banyak

5000hoki.com List Demo server Slots Gacor Indonesia Terkini Mudah Lancar Win Setiap Hari

7000hoki.com Agen web Slots Maxwin Myanmar Terkini Gampang Menang Full Online

9000 hoki Data Login website Slots Maxwin Myanmar Terkini Gampang Lancar Menang Terus

Alternatif Agen game Slot Maxwin Japan Terbaik Mudah Win Full Non Stop

Idagent138 login Slot Game Terbaik

Luckygaming138 Slot Terpercaya

Adugaming Slot Gacor

kiss69 Akun Slot Maxwin

Agent188 login Id Slot

Moto128 Daftar Id Slot

Betplay138 Daftar Akun Slot Gacor Online

Letsbet77 Daftar Id Slot Gacor Online

Portbet88 login Id Slot Maxwin Online

Jfgaming Daftar Akun Slot Anti Rungkat Terbaik

Mg138 Akun Slot Anti Rungkat Online

Adagaming168 Daftar Akun Slot Anti Rungkad Terpercaya

Kingbet189 Daftar Akun Slot Game Online

Summer138 Id Slot Anti Rungkat Terbaik

Evorabid77 Akun Slot Anti Rungkat Terbaik

CNN Indonesia

Rabu, 26 Mar 2025 17:47 WIB

Otoritas negara tetangga RI, Papua Nugini, blokir akses Facebook sementara waktu lantaran hoaks hingga hasutan kekerasan tak terkendali di medsos. Ilustrasi. Papua Nugini blokir sementara Facebook demi atasi hoaks. Foto: AFP/OLIVIER DOULIERY

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi Papua Nugini memblokir akses Facebook bagi masyarakat di tengah operasi kontraterorisme, Senin (24/3).

Platform Facebook dan Messenger Meta serentak tak bisa digunakan pada Senin karena polisi menggelar tes untuk mengatur konten di platform-platform tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak berusaha untuk menekan kebebasan berbicara atau membatasi warga negara kami untuk mengekspresikan sudut pandang mereka," kata menteri kepolisian Peter Tsiamalili, seperti dikutip AFP.

"Namun, proliferasi berita hoax, ujaran kebencian, pornografi, eksploitasi anak, dan hasutan untuk melakukan kekerasan yang tidak terkendali pada platform seperti Facebook tidak dapat diterima," ujarnya.

Meski begitu, pemblokiran ini hanya berlangsung sebentar karena pada Rabu (26/3) polisi menyatakan blokir untuk Facebook ditiadakan.

Dalam sebuah pernyataan, polisi Papua Nugini menyebut pihaknya kini bergulat dengan para penjahat yang menyalahgunakan jejaring sosial.

"Operasi kontra-terorisme sedang berlangsung untuk menangkap dua pria yang terkait dengan upaya menghasut terorisme," kata Komisaris Polisi David Manning, seperti dikutip AFP.

Manning menyebut sejumlah pelaku dalam jaringan kriminal telah menggunakan Facebook untuk mengancam kekerasan secara anonim, menghasut konflik, serta mendorong tindakan yang memicu kerusuhan.

Menurutnya, polisi harus menindak tegas hal ini agar dapat segera mengidentifikasi pelaku utama, merusak jaringan yang ada, serta melindungi masyarakat.

(blq/dna/bac)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |