IHSG Ditutup Naik 0,22%, Ada Tiga Saham Jadi Penopang

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyaris ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (4/5/2026). 

IHSG melaju kuat pada awal perdagangan hari ini hingga naik lebih dari 1%. Akan tetapi pada akhir sesi 1, penguatan IHSG terpangkas menjadi 0,31%. 

Pada awal sesi 2, IHSG sempat menyundul zona merah tetapi berhasil memantul kembali. Jelang akhir sesi 2 IHSG sempat koreksi ke level 6.946,06. 

Akan tetapi akhirnya IHSG ditutup menguat 0,22% atau 15,15 poin ke level 6.971,95. Sebanyak 376 saham turun, 340 naik, dan 243 tidak bergerak. 

Nilai transaksi hari ini tergolong ramai, yakni Rp 21,03 triliun. Akan tetapi tercatat ada transaksi Rp 5,24 triliun saham Pinago Utama (PNGO) melalui pasar negosiasi. 

Langkah berat IHSG hari ini dibayangi oleh saham GOTO. Emiten ojek online (ojol) tersebut turun 5,56% ke level 51 dan menjadi satu penyumbang utama yang menahan laju IHSG. 

Sementara itu ada tiga saham yang menjadi pendorong utama, yakni Telkom Indonesia (TLKM) 8,35 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 7,84 poin, dan Barito Renewables Energy (BREN) 5,16 poin.

Adapun koreksi dalam saham GOTO seiring dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang meneken Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Salah satu poin penting dalam beleid itu adalah pembagian pendapatan antara aplikator dan pengemudi.

"Saya telah tanda tangan Peraturan Presiden Nomor 27 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Yang tadi saya bicara, harus diberi jaminan kecelakaan kerja, akan diberi BPJS Kesehatan, asuransi kesehatan," ujar Prabowo.

Selain itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad juga mengatakan bahwa pemerintah sudah masuk ke saham aplikator ojek online (ojol) melalui Danantara. Akan tetapi Dasco tidak secara jelas menyebut aplikator ojol yang dimaksud.

TekananIHSG juga dibayangi oleh pelemahan rupiah. Melansir data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,35% ke posisi Rp17.365/US$. Posisi ini sekaligus menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa yang baru.

Dengan pelemahan hari ini, rupiah juga tercatat sudah melemah dalam empat hari perdagangan beruntun.

Dalam perkembangan lain, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perekonomian terbaru. Neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 surplus US$ 3,32 miliar. Surplus ini US$ 3,32 miliar dibanding catatan pada Februari 2026 yang senilai US$ 1,27 miliar.

Kondisi surplus itu disebabkan nilai ekspor sebesar US$ 22,53 miliar atau naik 3,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan impor US$ 19,21 miliar atau tumbuh 1,51%.

Sebagai catatan ini adalah surplus dalam 70 bulan beruntun sejak Mei 2020.

Para investor masih terus mempertimbangkan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), serta rencana AS untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Mengutip CNBC Internasional, AS masih terus berupaya untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampar akibat penutupan Selat Hormuz sejak dimulainya perang Iran. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Presiden AS Trump dalam postingannya di Truth Social pada hari Minggu (3/5/2026).

Upaya tersebut disebut "Project Freedom", yang rencananya akan dimulai pada hari Senin waktu Timur Tengah. Fokus utamanya adalah mengevakuasi kapal-kapal sipil berbendera negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik dari perairan sengketa tersebut agar mereka dapat melanjutkan aktivitas bisnisnya dengan bebas dan lancar.

"Dukungan militer AS untuk Proyek Kebebasan akan mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat terbang darat dan laut, platform tak berawak multi-domain, serta 15.000 personel militer," kata Komando Pusat AS tak lama setelah pengumuman Trump, dikutip Senin (4/5/2026).

Sebagai informasi, harga minyak turun setelah pengumuman "Proyek Freedom". Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun 0,59% menjadi US$101,34 per barel pada pukul 19.38 ET. Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,27% menjadi US$107,88 per barel.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |