Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat lebih dari 2% hari ini, Jumat (10/4/2026). Pada penutupan perdagangan hari ini indeks naik 2,07% ke level 7.458,49 atau menguat 151 poin.
Kenaikan ini melanjutkan rebound IHSG yang telah berlangsung dua hari terakhir dimulai kala indeks melesat tajam pada perdagangan Rabu (8/4) dengan kenaikan lebih dari 4%.
Sebanyak 181 saham turun, 485 naik, dan 153 belum bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 18,13 triliun, melibatkan 42,94 miliar saham dalam 2,28 juta kali transaksi.
Kapitalisasi pasar pun terkerek menjadi Rp 13.215 triliun.
Mengutip data Refinitiv, seluruh sektor perdagangan tercatat menguat hari ini dengan kenaikan tertinggi dibukukan oleh sektor barang baku, konsumer non primer dan properti.
Saham-saham yang paling ramai ditransaksikan hari ini termasuk BUMI, BBRI dan BBCA. Adapun saham perdana yang melantai di bursa tahun ini WBSA memimpin penguatan dengan kenaikan 34% atau menyentuh ARA. saham-saham lain yang ikut menguat signifikan hari ini termasuk MEGA, MSIN dan TPIA.
Saham-saham emiten konglomerat serta emiten blue chip dengan kapitalisasi besar tercatat menjadi penggerak kinerja IHSG hari ini.
Saham Bank Central Asia (BBCA) menjadi penggerak utama kinerja IHSG hari ini dengan sumbangsih 21,17 indeks poin dan diikuti oleh saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang telah melakukan RUPST siang tadi, dengan salah satu mata acara pembagian dividen juga menjadi penggerak utama kinerja IHSG hari ini dengan sumbangsih 17,33 indeks poin.
Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) juga merupakan penopang utama IHSG dengan sumbangan 18,17 indeks poin. Tercatat saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu kompak menguat pada perdagangan hari ini.
Emiten lainnya yang menjadi penggerak utama kinerja IHSG hari ini termasuk MORA milik Grup Sinar Mas, MSIN milik Grup MNC hingga PANI milik Aguan.
Pasar keuangan Indonesia akan menutup perdagangan pekan ini pada hari ini. Pelaku pasar perlu mempertimbangkan sejumlah sentimen yang berkembang mulai dari perang di Timur Tengah hingga data ekonomi penting.
Pasar saham Asia-Pasifik dibuka mayoritas menguat pada perdagangan Jumat (11/4/2026), di tengah gencatan senjata rapuh selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat pelaku pasar tetap waspada.
Melansir CNBC, Konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung lebih dari satu bulan masih membayangi sentimen, terutama karena penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi global.
Meski gencatan senjata telah diumumkan, lalu lintas di Selat Hormuz masih sangat terbatas. Iran menyatakan akan membuka kembali jalur tersebut jika seluruh serangan terhadap negaranya dihentikan, sementara Israel juga dilaporkan menyetujui kesepakatan tersebut.
Presiden Donald Trump sebelumnya menghentikan serangan terhadap Iran pada Selasa lalu sebagai bagian dari upaya meredakan konflik. Namun, ia memperingatkan Iran untuk tidak mengenakan biaya terhadap kapal tanker minyak yang melintas di selat tersebut.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Tuduhan ini semakin menambah ketidakpastian di pasar global.
Dari pasar saham, indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,68% dan Kosdaq naik 1,14%. Di Jepang, Nikkei 225 melonjak 1,65%, sementara Topix bergerak relatif datar.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan negaranya berencana melepas cadangan minyak selama 20 hari mulai Mei mendatang. Jepang diketahui memiliki cadangan minyak yang cukup untuk 230 hari per 6 April.
Berbeda arah, indeks S&P/ASX 200 Australia justru melemah 0,51%. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 25.900, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.752,40.
Harga minyak dunia masih bergerak naik, dengan West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,69% ke US$98,55 per barel. Sementara itu, Brent crude naik 0,91% ke US$95,92 per barel, setelah sempat menembus level US$100 per barel di sesi sebelumnya.
Pada perdagangan semalam di Wall Street, indeks saham AS ditutup menguat meskipun harga minyak sempat turun dari level tertingginya. Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor terhadap meredanya konflik geopolitik.
Indeks S&P 500 naik 0,62% ke 6.824,66, sementara Nasdaq Composite menguat 0,83% ke 22.822,42. Dow Jones Industrial Average juga naik 275,88 poin atau 0,58% ke 48.185,80, sekaligus kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun ini.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

13 hours ago
3

















































