IHSG Pagi Ini Ngegas, Langsung Uji Level 9.000

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka kuat pagi ini, Rabu (14/1/2026). Indeks naik 0,66% atau 58,75 poin ke level 9.007,05. 

Sebanyak 344 saham naik, 147 turun, dan 462 belum bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 1,64 triliun, melibatkan 2,82 miliar saham dalam 164.400 kali transaksi. 

Sementara itu, Bursa Asia dibuka beragam pada Rabu, (14/1/2026). Meski demikian Indeks saham Jepang kembali mencetak rekor tertinggi di tengah sentimen politik pemilu.

Indeks Nikkei 225 sempat menguat hingga 1% dan menembus level 54.000 untuk pertama kalinya, setelah sehari sebelumnya melonjak lebih dari 3% dan mencetak rekor baru. Sementara itu, indeks Topix melanjutkan penguatan ke level tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan sekitar 0,6%.

Dalam perkembangan lain, tensi geopolitik di Timur Tengah belum mereda kendati Presiden Trump, menyatakan bahwa Iran mulai menunjukkan keinginan untuk bernegosiasi dengan Washington.

Pernyataan ini muncul di tengah ancaman serangan militer AS sebagai respons atas tindakan keras Teheran terhadap demonstran yang dilaporkan telah menelan ratusan korban jiwa.

Berbicara kepada awak media di pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengungkapkan bahwa militer AS sedang mengkaji "opsi-opsi yang sangat kuat" untuk merespons situasi di Iran.

Di dalam negeri, pemerintah mulai bergerak cepat mempersiapkan insentif untuk musim mudik Lebaran 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa salah satu skema utama yang sedang digodok adalah pemberian diskon tarif transportasi massal, termasuk tiket pesawat dan kereta api.

Rencana ini bukan tanpa alasan. Berkaca pada kesuksesan stimulus ekonomi pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya, insentif transportasi terbukti efektif menjaga daya beli masyarakat.

Dengan biaya perjalanan yang lebih terjangkau, masyarakat memiliki sisa anggaran lebih besar yang biasanya akan dibelanjakan di kampung halaman. Hal ini menciptakan perputaran uang yang masif dari kota besar ke daerah.

Pemerintah menyadari bahwa mobilitas saat Lebaran adalah salah satu motor penggerak ekonomi kuartal kedua yang paling signifikan. Oleh karena itu, persiapan dilakukan jauh-jauh hari melalui koordinasi lintas kementerian.

Harapannya, kebijakan ini tidak hanya memudahkan masyarakat untuk bersilaturahmi, tetapi juga menjaga momentum pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |