Indonesia Utus Wamenlu ke Yordania Bahas Krisis Al Aqsa 

8 hours ago 8

Warga Yahudi melakukan ritual setelah menerobos Masjid al-Aqsa, Yerusalem, Kamis (23/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia mengutus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Nasir ke Yordania membahas keterancaman Masjid al-Quds di Palestina dari penyerobotan zionis israel. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Ivonny Mewengkang mengatakan keterlibatan wamenlu dalam pembahasan Baitul Maqdis tersebut sebagai partisipasi  langsung pemerintah Indonesia bersama negara-negara Islam dan Arab. 

“Pak Wamenlu Arrmanatha Nasir yang berpartisipasi di sana (di Yordania),” kata Ivonne melalui pesan singkat kepada Republika, Rabu (5/8/2026). Wamenlu Arrmanatha saat dihubungi Republika dari Jakarta mengatakan, sudah tiba di Amman. Namun kata dia, sementara ini belum dapat menyampaikan ke publik tentang apa yang nantinya akan disampaikan resmi sebagai sikap Pemerintah Indonesia, atas persoalan al-Aqsha.

Karena kata dia, pertemuan tersebut baru akan dimulai pada Rabu siang waktu Yordania. “Nanti kalau sudah ada pertemuannya, baru akan kami sampaikan,” kata Armanatha. Berkumpulnya para wakil-wakil negara Islam dan Arab di Yordania kali ini, sebetulnya atas inisiasi Pemerintahan di Amman. Pertemuan tersebut dinyatakan oleh Kerajaan Yordania sebagai pertemuan darurat merespons aksi sepihak zionis israel dan kelompok-kelompok ekstrem Yahudi yang belakangan semakin masif mengepung kompleks Baitul Maqdis.

Pengepungan tersebut direstui oleh otoritas militer penjajahan zionis israel di Palestina. Bahkan menteri keamanan zionis israel Itamar Ben Gvir memerintah langsung kelompok-kelompok ultra kanan Yahudi pendukungnya untuk menerobos masuk Masjid al-Aqsha dan mendirikan pemukiman di sekitar kompleks suci tiga agama itu. Pemerintah Yordania merasa aksi pengepungan komplek Masjid Al Aqsa itu sebagai upaya perebutan paksa atau pengambilalihan sepihak wilayah yang selama ini diwalikan kepada Kerajaan Hasyimiyah di Yordania.

Aksi sepihak zionis israel, dan kelompok-kelompok ekstrem Yahudi yang berusaha merebut komplek Baitul Maqdis itu sebetulnya sudah dimulai sejak awal Januari 2026. Bahkan pada Ramadhan 2026 kemarin, otoritas militer dan keamanan zionis israel menutup paksa Masjid Al Aqsa dari aktivitas dan kegiatan ke-Islaman. Namun penutupan itu hanya berlaku terhadap orang-orang Palestina. Pihak keamanan zionis israel, tetap membiarkan warga dan kelompok-kelompok ekstrem Yahudi mengunjungi situs suci tersebut.

Bahkan militer zionis mengibarkan bendera-bendera israel di bangunan Masjid Al Aqsa dan di sekitar bangunan Kubah Al-Sharif. Juli 2026 lalu, delapan negara mengutuk keras aksi sepihak upaya penguasaan komplek Masjid Al Aqsa oleh zionis israel tersebut. Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirates Arab menegaskan aksi-aksi sepihak zionis israel tersebut sebagai sikap provokatif yang memicu konflik yang lebih besar di Bumi Palestina. 

“Menteri Luar Negeri Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirate Arab mengutuk keras eskalasi zionis israel di Masjid al-Aqsha, khususnya invansi massal pemukiman yang dipimpin oleh menteri-menteri ekstremi israel ke Masjid Al Aqsa di bawah perlindungan pasukan zionis israel,” begitu pernyataan bersama para Menteri-menteri Luar Negeri (Menlu) delapan negara tersebut. Para menteri luar negeri itu juga mengutuk keras tindakan penghasutan kelompok-kelompok ekstremis, seruan mobilisasi dan invansi dengan kekerasan yang dilakukan oleh menteri-menteri israel terhadap Masjid al-Aqsha. 

“Para menteri tersebut mengingatkan bahwa tindakan provokatif di Masjid Al Aqsa merupakan aksi pemicu kebencian dan sikap ekstremis yang menghambat upaya pemajuan perdamaian yang adil dan abadi di Palestina,” begitu sambung pernyataan para menlu itu. Negera-negara itu juga menegaskan, zionis israel tak punya kedaulatan atas komplek Masjid Al Aqsa termasuk di seluruh wilayah Jerussalem.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |