Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengeklaim berhasil menyerang kapal perang Amerika Serikat (AS) yang menjadi pusat kendali dan komando militer pada Rabu (3/6).
Kantor Hubungan Masyarakat (Humas) Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan serangan itu diluncurkan pada Selasa larut malam di dekat Selat Hormuz dengan menggunakan proyektil udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IRGC menyebut area ruang mesin kapal rusak imbas serangan tersebut.
"Sebagai respons atas agresi dan pelanggaran aturan di Selat Hormuz, sebuah kapal musuh Amerika-Zionis bernama Panaya menjadi sasaran rudal yang ditembakkan oleh Angkatan Laut IRGC," demikian laporan Kantor Humas IRGC, seperti dikutip Tasnim.
Menurut IRGC, AS telah menyerang menara komunikasi IRGC di selatan Pulau Qeshm dengan proyektil udara.
IRGC menegaskan setiap serangan yang diluncurkan terhadap Iran akan dibalas dengan "berbeda dan lebih berat".
"Kami menegaskan kembali bahwa mengganggu keamanan Selat Hormuz akan membawa konsekuensi berat bagi militer AS yang agresif," demikian pernyataan Kantor Humas IRGC.
AS membantah
Komando Pusat (CENTCOM), selaku unit militer AS yang bertanggung jawab di Timur Tengah, sementara itu membantah klaim Iran.
CENTCOM menyatakan tak ada aset militer AS yang terkena serangan seperti dilaporkan, dikutip dari Middle East Eye.
"Iran berbohong. Aset militer AS di laut terus terbang, berlayar, dan beroperasi dengan aman dan tanpa hambatan," demikian pernyataan CENTCOM di X, Kamis (4/6).
Serangan ini terjadi saat Iran dan AS kembali saling serang di wilayah perairan sekitar Selat Hormuz.
Baku tembak ini salah satunya menghantam bandara Kuwait, yang menurut Iran kena serangan rudal pencegat milik AS.
CENTCOM sementara itu membantah dan menyatakan Iran yang meluncurkan serangan ke bandara secara "sengaja, terencana, dan tidak bisa dibenarkan."
(blq/bac)
Add
as a preferred source on Google

13 hours ago
3
















































