Israel Ketar-ketir jika AS dan Iran Deal Setop Perang

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat dan Iran bersiap mencapai kesepakatan menyetop perang setelah gencatan senjata fase kedua diumumkan pekan lalu.

Israel justru ketar-ketir dengan keputusan Gedung Putih dalam negosiasi dengan Teheran di Qatar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CNN melaporkan, negosiasi AS tersebut membuka peluang hubungan diplomatik kedua negara yang bakal merenggang. Sebelumnya, serangan AS-Israel ke Iran sejak 28 Februari disebut semakin membuat hubungan dua negara itu sangat erat.

Namun, Tel Aviv disebut kecewa karena Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak dilibatkan lebih jauh dalam proses negosiasi antara para utusan Presiden AS Donald Trump dengan Iran.

Netanyahu telah menahan diri untuk tidak secara terbuka mengkritik Trump, tetapi di belakangnya, menurut sumber-sumber Israel, ia kecewa bahwa Israel hanya memiliki pengaruh terbatas pada hasil negosiasi AS-Iran untuk mengakhiri perang.

Sejak gencatan senjata awal diumumkan pada bulan April, Netanyahu berulang kali mendesak Trump untuk melanjutkan operasi militer skala penuh, dengan alasan bahwa tekanan berkelanjutan masih dapat menyebabkan runtuhnya rezim Iran. Tetapi Gedung Putih tampaknya telah bergerak ke arah yang berlawanan.

Salah satu sumber dari pemerintah Israel mengatakan kepada CNN bahwa Netanyahu kini khawatir bahwa kesepakatan AS dengan Iran akan semakin membawa ketakutan utama bagi Tel Aviv.

Kekhawatiran tersebut antara lain bahwa Iran akan terus memperkaya uraniumnya menjadi senjata nuklir, menggenjot program rudal balistik, dan memperluas jaringan proksi regional mereka.

"Ada kekhawatiran nyata bahwa Trump akan menerima kesepakatan sementara yang buruk," kata seorang pejabat Israel kepada CNN.

"Jika itu adalah kesepakatan di mana uranium benar-benar dipindahkan, tidak masalah. Tetapi jika itu hanya pernyataan niat, Iran dapat mempermainkan Amerika dan pada akhirnya tidak memindahkan uranium tersebut."

Iran telah berulang kali mengatakan bahwa nasib persediaan uranium mereka yang diperkaya mendekati tingkat senjata bukanlah bagian dari perjanjian sementara yang sedang dinegosiasikan.

Trump mengatakan bahwa material tersebut pada akhirnya harus dipindahkan dari Iran dan ditransfer ke AS, tetapi baru-baru ini mengisyaratkan fleksibilitas dalam masalah ini. Pejabat AS dan Israel khawatir bahwa hal itu dapat memberi Iran jalan menuju senjata nuklir.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Peter Hegseth mengatakan baghwa AS akan mencapai kesepakatan yang bagus dengan Iran.

"Kesepakatan apa pun akan menjadi kesepakatan yang baik. Saya menyukai pertanyaan-pertanyaan yang tidak jujur dari pers yang tidak jujur. Saya mengatakan itu akan menjadi kesepakatan yang baik," ujar Hegseth ketika ditanya kemungkinan deal dengan Iran.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |