Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah kapasitas pembiayaan yang telah disetujui perbankan namun belum dicairkan kepada dunia usaha (undisbursed loan) alias kredit nganggur mencapai Rp2.527 triliun per Maret 2026. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa sebagian pelaku usaha masih menahan ekspansinya.
Wakil Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Nixon Napitupulu mengatakan, nilai undisbursed loan perbankan memang mengalami kenaikan sebesar 7,35% secara tahunan pada Maret 2026. Menurutnya, terdapat berbagai alasan yang membuat fasilitas kredit yang telah disetujui belum dicairkan oleh nasabah.
"Memang ada beberapa hal yang dibicarakan masing-masing nasabah, banyak komitmen yang dibuka tapi belum dicairkan, ada yang belum butuh ada yang masih menunda," kata Nixon dalam RDPU dengan Komisi XI DPR RI, Selasa, (2/6/2026).
Ia mengungkapkan pertumbuhan undisbursed loan terbesar justru terjadi pada kelompok bank besar. Sementara itu, kelompok bank KBMI 1 dan KBMI 2 menjadi segmen yang paling banyak mengalami penurunan nilai undisbursed loan.
Rinciannya, undisbursed loan pada kelompok bank KBMI 3 tumbuh sebesar 12,5% dan KBMI 4 naik 12,24% secara tahunan. Pertumbuhan kedua kelompok bank tersebut berada di atas rata-rata industri yang tercatat sebesar 7,35%.
(dce)
Addsource on Google

3 hours ago
2

















































