Logo HUT Ke-81 RI Terpilih Melalui Voting Publik, Karya Fajar Novario Menang

4 hours ago 6
Logo HUT Ke-81 RI Terpilih Melalui Voting Publik, Karya Fajar Novario Menang Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari.(Dok. Antara)

PEMERINTAH secara resmi menetapkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia melalui mekanisme pemungutan suara (voting) terbuka. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap aspirasi masyarakat sekaligus upaya memperkuat partisipasi publik dalam perayaan kemerdekaan tahun 2026.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa hasil voting ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam menghargai pilihan rakyat. Menurutnya, identitas visual peringatan kemerdekaan kali ini bukan sekadar keputusan sepihak otoritas, melainkan milik seluruh bangsa.

"Hasil tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghargai pilihan publik. Dengan demikian, logo peringatan HUT Ke-81 RI bukan hanya menjadi milik pemerintah, tetapi juga menjadi milik seluruh rakyat Indonesia," ujar Qodari dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (6/7).

Hasil Pemungutan Suara dan Sosok Pemenang

Proses pemungutan suara berlangsung selama lima hari, yakni pada 24-28 Juni 2026. Partisipasi tercatat cukup luas, melibatkan masyarakat dari berbagai penjuru daerah hingga diaspora Indonesia di luar negeri. Tercatat sebanyak 68.569 suara masuk untuk memilih satu dari lima kandidat desain logo yang tersedia.

Berdasarkan hasil akhir, karya desainer asal Padang, Sumatera Barat, Fajar Novario, keluar sebagai pemenang. Desain tersebut berhasil mengantongi 30.699 suara atau setara dengan 44,73 persen dari total suara yang masuk.

Pelibatan masyarakat secara langsung melalui voting terbuka dalam penentuan logo HUT RI ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Representasi Nilai Kebersamaan

Qodari menjelaskan bahwa logo HUT Ke-81 RI terpilih tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga membawa pesan mendalam yang selaras dengan tema besar peringatan tahun ini. Visual tersebut merepresentasikan nilai kebersamaan, persatuan, serta harapan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Pemerintah berharap mekanisme partisipatif ini dapat menjadi tradisi baru yang lebih inklusif dan kolaboratif di masa depan. Selain itu, keterlibatan publik sejak tahap awal diharapkan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat dalam menyemarakkan rangkaian peringatan kemerdekaan.

"Peringatan kemerdekaan ini harus menjadi momentum untuk mempererat persatuan, memperkuat optimisme, dan mendorong kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun Indonesia ke depan," pungkas Qodari. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |