Menghapus Luka Perundungan bagi Anak-Anak Kaltim

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi sebagian besar orang, sebuah senyuman mungkin hanyalah gerak sederhana di wajah. Namun, bagi kaum dhuafa yang memiliki anak dengan kelainan celah bibir, senyuman adalah kemewahan yang dibayangi rasa getir.

Di balik pintu-pintu rumah sederhana di pelosok Kalimantan Timur, tersimpan kisah keprihatinan tentang anak-anak yang terpaksa mengurung diri karena malu, hingga mereka yang memutuskan putus sekolah karena tak tahan menghadapi tajamnya perundungan teman sebaya. Kesedihan inilah yang kemudian menggerakkan tangan pemerintah dan lembaga zakat untuk merajut kembali harapan yang sempat koyak.

Operasi celah bibir dan langit-langit sendiri merupakan tindakan medis rekonstruktif yang krusial untuk memperbaiki celah atau pemisahan pada bibir atas atau bagian atap mulut. Kelainan bawaan ini bukan sekadar persoalan estetika, melainkan gangguan fungsi yang menyebabkan anak kesulitan menyusu, berbicara dengan jelas, hingga rentan terhadap infeksi telinga. Melalui prosedur bedah yang presisi, jaringan yang terpisah disatukan kembali untuk mengembalikan fungsi anatomis normal sekaligus menciptakan siluet wajah yang lebih proporsional bagi sang buah hati.

"Melalui kerja sama lintas sektor seperti ini, anak-anak kita dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak, aman, dan berkualitas. Kita ingin kepercayaan diri mereka pulih dan masa depan mereka tetap terjaga," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, saat membuka kegiatan bertajuk “Satu Senyuman, Sejuta Harapan Anak Kaltim” di Samarinda, Jumat (16/1/2026).

Bakti sosial yang menggandeng RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan ini menjadi bukti bahwa intervensi medis adalah jembatan untuk memperbaiki kondisi psikososial dan tumbuh kembang anak secara utuh.

Langkah nyata ini selaras dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemerataan akses layanan medis bagi seluruh lapisan warga tanpa terkecuali. Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan kebijakan yang inklusif, di mana standar kesehatan tinggi bukan lagi hak istimewa kelompok tertentu, melainkan hak dasar yang bisa dirasakan hingga ke keluarga prasejahtera.

Dengan mendorong integrasi antara fasilitas kesehatan modern dan program perlindungan sosial, negara hadir untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan perawatan medis berkualitas hanya karena terkendala biaya.

Kehadiran program yang kini memasuki tahun keempat ini dirasakan sangat efektif bagi keluarga prasejahtera. Puluhan anak dari berbagai pelosok kabupaten/kota di Bumi Etam berkumpul di Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan ketat sebelum naik ke meja operasi. Bagi mereka, ini adalah kesempatan langka untuk bertemu dengan tim dokter profesional yang biasanya sulit dijangkau secara mandiri.

Namun, kebahagiaan para orang tua kian lengkap saat mengetahui bahwa seluruh beban finansial mereka telah luruh. Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa pihaknya menanggung seluruh komponen biaya secara penuh. Tidak hanya biaya meja operasi, Baznas juga membiayai transportasi pulang-pergi, akomodasi penginapan di hotel bagi pasien dan dua pendamping, hingga pemberian uang saku sebesar Rp1 juta per anak.

"Orang tua tidak perlu lagi memikirkan biaya makan atau biaya lainnya selama mendampingi anak mereka. Fokus mereka hanya satu: melihat anak mereka sembuh," tambah Nabhan.

Sinergi antara Dinas Kesehatan dan Baznas Kaltim ini menjadi jawaban atas akar masalah putus sekolah dan isolasi sosial yang dialami anak-anak penderita celah bibir. Sambil terus memberikan tindakan kuratif, pemerintah juga menggencarkan edukasi preventif bagi para ibu untuk menekan risiko kelainan bawaan sejak dalam kandungan.

Kini, di lorong-lorong rumah sakit Balikpapan, air mata kesedihan berganti menjadi binar harapan. Sebuah operasi sederhana telah mengubah jalan hidup seorang anak, memberi mereka keberanian untuk kembali ke sekolah dan melepaskan senyuman terbaik mereka kepada dunia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |