Karyawan BSI melayani nasabah yang ingin membeli emas di Gedung BSI Tower, Jakarta, Rabu (3/6/2026). BSI dan Antam berkolaborasi memperkuat peran bullion banking yang mengkreasikan Pop Up Booth BSI & Antam di BSI Tower, Jakarta, pada 2–5 Juni 2026. Sinergi ini bertujuan memberikan kemudahan bagi nasabah untuk membeli emas Antam fisik secara langsung. Sebagai syarat utama pembelian emas fisik pada ajang eksklusif ini, nasabah wajib memiliki rekening BSI Emas yang diakses melalui aplikasi Byond by BSI.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ekosistem bulion dinilai membuka ruang lebih besar bagi emas masyarakat untuk masuk ke sistem keuangan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pengelolaan emas melalui bank emas dapat mengubah aset yang sebelumnya pasif menjadi lebih produktif.
“Ini juga menjadi nilai tambah tersendiri, karena sebelumnya emas itu hanya dinilai tidak digunakan di aset perbankan,” kata Airlangga di sela SUAR Forum 2026 di BSD City, Tangerang, Banten, Jumat (21/8/2026).
Airlangga mengatakan bank emas yang telah beroperasi sekitar setahun sejak diluncurkan pada 2025 telah mengelola sekitar 153 ton emas dengan nilai mencapai Rp360 triliun atau sekitar 20 miliar dolar AS.
Menurut dia, potensi pengembangan ekosistem bulion di Indonesia masih besar. Hal itu didorong oleh tingginya minat masyarakat terhadap emas, terutama karena emas dipandang sebagai aset safe haven.
“Ini kenaikannya luar biasa karena emas lalu menjadi safe haven investasi. Apalagi kita juga sudah mendorong yang dalam bentuk derivatif dari emas, yaitu ETF. Potensi untuk menarik investasi dan juga pengelolaan emas masih sangat tinggi,” ujar Airlangga.
Selain melalui kepemilikan emas secara langsung, pemerintah juga mendorong pengembangan instrumen investasi berbasis emas melalui Exchange-Traded Fund (ETF). Instrumen tersebut memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap emas melalui pasar modal.
Perkembangan ekosistem bulion juga terlihat dari peningkatan jumlah nasabah dan kepemilikan emas masyarakat. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian per Maret 2026, jumlah nasabah Lembaga Jasa Keuangan Bullion PT Pegadaian meningkat dari 3,2 juta pada Februari 2025 menjadi 5,6 juta pada Februari 2026.
sumber : ANTARA

5 hours ago
7











































