Jakarta, CNBC Indonesia - Bank syariah terbesar RI PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp2,2 triliun sepanjang kuartal I-2026. Perolehan itu melesat 17,10% secara tahunan atau year on year (yoy).
Mengutip laporan keuangannya, BSI mencatatkan pendapatan dari penyaluran dana naik 7% yoy menjadi sebesar Rp7,58 triliun sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Bagi hasil untuk pemilik dana investasi berhasil diturunkan 11,17% yoy menjadi Rp2,06 triliun.
Alhasil, pendapatan setelah distribusi bagi hasil terkerek 15,77% yoy menjadi Rp5,53 triliun, dari setahun sebelumnya Rp4,77 triliun.
Pada fungsi intermediasi, BSI mencatatkan penyaluran total pembiayaan sebesar Rp324,17 triliun, naik 14,43% yoy pada periode Maret 2026.
Kualitas aset pembiayaan membaik, tercermin dari rasio non performing financing (NPF) gross sebesar 1,80% menurun dari 1,88% setahun sebelumnya. Sementara NPF net juga turun menjadi 0,38%.
Pada pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) tembus Rp376,79 triliun, naik 18% yoy.
Likuiditas BSI pun melonggar, tercermin dari rasio perbandingan pembiayaan terhadap pendanaan alias financing to deposit ratio (FDR) sebesar 87,14% per kuartal I-2026. Angka itu menurun dari setahun sebelumnya 89,87%.
Total aset BSI tercatat sebesar Rp460,13 triliun pada kuartal I-2026.
(ayh/ayh)
Addsource on Google

8 hours ago
1
















































