Pemerintah Pangkas Target Produksi Nikel Jadi 250-260 Juta Ton di 2026

3 hours ago 1

Sabtu 17 Jan 2026 10:00 WIB

Pemangkasan dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas produksi dari smelter.

Red: Edwin Dwi Putranto

Aktivitas tungku pemurnian nikel di Smelter PT VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (16/1/2026). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memangkas produksi nikel menjadi 250–260 juta ton pada 2026 atau turun dari target produksi dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2025 sebanyak 379 juta ton. (FOTO : ANTARA FOTO/Andry Denisah)

Pekerja mengoperasikan alat berat di Smelter PT VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (16/1/2026). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memangkas produksi nikel pada 2026. Pemangkasan kuota tersebut menyesuaikan dengan permintaan dari pabrik pengolahan atau smelter yang beroperasi di dalam negeri. (FOTO : ANTARA FOTO/Andry Denisah)

Foto udara kawasan Smelter PT VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (16/1/2026). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memangkas produksi nikel menjadi 250–260 juta ton pada 2026 atau turun dari target produksi dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2025 sebanyak 379 juta ton. (FOTO : ANTARA FOTO/Andry Denisah)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, KONAWE -- Pekerja mengoperasikan alat berat di Smelter PT VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (16/1/2026).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memangkas produksi nikel menjadi 250–260 juta ton pada 2026 atau turun dari target produksi dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2025 sebanyak 379 juta ton.

Pemangkasan kuota tersebut menyesuaikan dengan permintaan dari pabrik pengolahan atau smelter yang beroperasi di dalam negeri.

sumber : Antara Foto

Berita Lainnya

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |