Qatar Kecam Serangan Iran, Sebut Langgar Hukum Internasional

5 hours ago 9

Papan reklame digital menampilkan gambar rudal saat para pendukung Houthi menggelar aksi solidaritas untuk rakyat Iran sekaligus memprotes serangan udara Amerika Serikat terhadap Iran di Sana

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Pemerintah Qatar mengecam keras serangan rudal Iran yang menghantam wilayahnya pada Ahad (12/7/2026). Doha menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan negara sekaligus pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Dalam serangan itu, dilansir dari Anadolu Agency, tiga orang dilaporkan terluka, termasuk seorang anak, setelah sistem pertahanan udara Qatar mencegat rudal yang ditembakkan Iran. Korban mengalami luka akibat serpihan rudal yang berjatuhan.

Kementerian Luar Negeri Qatar dalam pernyataannya menyatakan serangan yang terus berlanjut berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan. "Kelanjutan serangan ini merupakan eskalasi berbahaya yang akan mempersulit berbagai upaya untuk meredakan ketegangan serta melemahkan ikhtiar politik dan diplomatik yang bertujuan mewujudkan keamanan dan stabilitas di kawasan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.

Pemerintah Qatar juga menyatakan Iran bertanggung jawab penuh secara hukum atas serangan tersebut beserta segala konsekuensinya. Doha menegaskan tetap memiliki hak penuh untuk mengambil langkah yang diperlukan guna melindungi kedaulatan, keamanan, keutuhan wilayah, dan keselamatan warganya.

Selain itu, Qatar menyerukan penghentian segera seluruh aksi militer dan serangan yang mengancam stabilitas kawasan. Doha juga meminta semua pihak menghindari eskalasi lebih lanjut serta kembali menempuh jalur dialog dan negosiasi.

Sebelumnya, Iran mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk yang berada di Qatar. Teheran menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas operasi militer Amerika Serikat terhadap sasaran-sasaran di Iran.

Serangan Iran terjadi beberapa jam setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah menggempur sekitar 140 target militer di Iran. Operasi tersebut dilancarkan menyusul serangan Iran terhadap sebuah kapal dagang di Selat Hormuz yang semakin memperburuk ketegangan antara kedua negara.

Peningkatan konflik antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir juga memicu kekhawatiran akan meluasnya instabilitas di kawasan Teluk, yang merupakan salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |