Rotasi Saham Konglo: Habis Prajogo - Bakrie, Terbitlah Boy Thohir!

1 hour ago 2

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

14 January 2026 08:50

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama ini, rotasi saham di pasar modal umumnya dibahas dalam konteks perpindahan antar sektor. Namun, di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pola rotasi yang terjadi belakangan justru lebih menonjol di kelompok saham konglomerasi, di mana arus dana berpindah dari satu grup besar ke grup lainnya, bukan sekadar antar sektor industri.

Kami mengamati perpindahan sektor paling mencolok terjadi dari grup Prajogo Pangestu (PP) ke grup Bakrie dan saat ini yang mulai manggung dari grup Boy Thohir.

Saham grup PP mayoritas bergerak lesu, bahkan kini tren sudah berbalik sideways. Di kelompok ini, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi beban paling berat, seiring koreksi harga yang masih berlanjut baik secara mingguan maupun bulanan.

Setelah itu, sorotan bergeser ke grup Bakrie. Secara tren, saham-saham Bakrie sebenarnya masih berada dalam fase naik, tetapi mulai terlihat tanda-tanda kegoyahan.

Pada perdagangan Selasa (13/1/2026), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) justru terkoreksi cukup dalam, padahal ketiganya memiliki story rebalancing MSCI. Koreksi ini menunjukkan bahwa pasar mulai lebih selektif, meski di sisi lain sejumlah saham Bakrie lainnya masih bergerak agresif, bahkan sempat menyentuh auto rejection atas (ARA) 10%, terutama di papan pengembangan, mencerminkan minat spekulatif yang masih kuat.

Selanjutnya, giliran grup Boy Thohir yang tampil mencuri perhatian pasar. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mendapat dukungan sentimen dari kenaikan harga aluminium, mengingat eksposur bisnisnya yang erat dengan komoditas tersebut.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga dinilai berpotensi memperoleh manfaat dari rencana pemangkasan produksi batu bara, yang dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan dan harga.

Efek positif ini pada akhirnya turut mengalir ke PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebagai induk usaha, yang berpeluang menikmati perbaikan kinerja secara konsolidasi.

Tak ketinggalan, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) ikut mendapat sorotan. MDKA diuntungkan dari eksposur tembaga, sementara EMAS membawa cerita emas, dua komoditas yang tengah berada dalam tren kenaikan harga global.

Dengan latar tersebut, saham-saham Boy Thohir yang lain pun ketularan sentimen positif-nya, akhirnya saham di sektor lain seperti PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dan PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) juga ikut naik.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |