Jakarta, CNN Indonesia --
Sepupu Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Hun To, mengaku memiliki 30 persen saham di platform pembayaran digital, yang terkait dengan scam dan pencucian uang.
"Saya ingin memberi tahu publik bahwa saya memang memiliki 30 persen saham di HUIONE PAY PLC," kata Hun To dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski punya saham, Hun To mengatakan dia tidak ikut mengelola operasi bisnis Huione Pay dan "tidak pernah menerima keuntungan, dividen, atau aset apa pun" dari perusahaan tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat tahun lalu menuduh Huione Group melakukan pencucian dana untuk kelompok kriminal transnasional yang melakukan penipuan dari Asia Tenggara.
Huione Group memiliki sederet layanan termasuk e-commerce, pembayaran, dan pertukaran mata uang kripto.
Mantan ketua Huione, Li Xiong, telah diekstradisi ke China pada 1 April. Otoritas China mengatakan dia adalah tokoh sentral dalam sindikat perjudian dan penipuan transnasional besar, dan diduga melakukan berbagai kejahatan.
Menurut laporan dari likuidator Reachs & Partners, Li memiliki 62 persen saham Huione Pay, sementara Hun To memiliki 30 persen saham.
Sejak bulan lalu, pengunjuk rasa menggelar aksi protes menuntut pencairan rekening mereka di platform Huione, H-Pay, yang sebelumnya bernama Huione Pay. Menurut para pedemo, rekening mereka tak dapat diakses sejak Desember lalu.
Sementara itu Bank Nasional Kamboja mengatakan izin usaha platform Huione telah dicabut.
(dna/bac)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
1

















































