Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) sedang diapit tantangan berat pada awal tahun ini. Diantaranya adalah rencana pemerintah memangkas produksi batu bara hingga kemelut Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang belum diberikan pemerintah.
Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengatakan tantangan operasional perusahaan bertambah karena izin produksi yang terbatas. Saat ini, para penambang harus berhadapan dengan ketidakpastian kuota produksi lanjutan karena izin yang dikantongi hanya berlaku efektif hingga kuartal pertama atau Maret 2026 ini.
"Nah, pada saat ini kita juga dihadapkan dengan RKAB. RKAB ini kan kita hanya diberikan mulai sampai dengan 31 Maret di tahun ini, dengan memakai dari RKAB yang lama. Jadi memang saat ini perusahaan, kalau boleh dibilang miners ini masih harus berhadapan lagi dengan seberapa besar nanti RKAB yang akan diberikan untuk periode setelah Maret nanti," ujar Gita kepada CNBC Indonesia dalam program Mining Zone, dikutip Rabu (14/1/2026).
Selain masalah durasi RKAB, beban pengusaha bertambah dengan wacana pemangkasan produksi nasional menjadi sekitar 600 juta ton. Gita menilai kebijakan tersebut tidak bisa dilakukan secara mendadak karena industri tambang memiliki karakteristik padat modal dengan rantai kontrak.
"Karena tambang itu pada dasarnya padat modal, punya rantai kontrak yang panjang, juga ada macam-macam nih ngaruhnya ke alat berat, ke kontraktor, ke pelabuhan, sampai nanti ke kontrak penjualan," tegasnya.
Dengan begitu, perusahaan tambang berusaha melakukan adaptasi dengan berpatokan pada rencana yang sudah disetujui hingga Maret tahun ini. Namun, Gita mengakui bahwa perencanaan jangka panjang menjadi sulit dilakukan karena industri masih menunggu kepastian angka kuota hingga akhir tahun.
"Jadi ini kita harus berhubungan dengan rencana RKAB itu sendiri. Sepanjang plan yang masih sesuai dengan RKAB sampai bulan Maret, pasti akan menyesuaikan ke plan tersebut. Nah sisanya berapa tentu saja ini yang masih kita tunggu, karena ini tidak bisa menghitung matematis dalam hanya jangka pendek," tandasnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1














































