Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) yang berlangsung pada baru-baru ini di Yogyakarta.(Dok. Unilever Indonesia)
RAMBUT rontok masih menjadi salah satu persoalan rambut yang banyak dialami masyarakat. Namun, penyebab kerontokan tidak selalu berasal dari batang rambut. Kondisi kulit kepala justru memiliki peran penting dalam menjaga kualitas rambut dan pertumbuhannya.
Berbagai penelitian menunjukkan sekitar 80% penyebab rambut rontok berawal dari kondisi kulit kepala. Karena itu, memahami kesehatan kulit kepala sejak dini menjadi langkah penting agar perawatan yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) yang berlangsung pada baru-baru ini di Yogyakarta. Forum yang mengusung tema 'Bridging the Gaps: From Innovation and Research to Application and Practice in Dermatology, Venereology, and Aesthetics' ini mempertemukan lebih dari 2.000 tenaga medis dari seluruh Indonesia untuk membahas perkembangan terbaru di bidang dermatologi.
Dalam ajang tersebut, Dove Hairfall Control memperkenalkan Dove Scalp + Hair AI Analysis, platform digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Perdoski Cabang Jakarta. Platform ini menggabungkan teknologi AI dengan metode self-assessment yang dirancang dan divalidasi oleh dermatolog untuk membantu masyarakat mengenali kondisi kulit kepala dan rambut secara lebih personal.
Kehadiran platform tersebut juga disertai sesi ilmiah bertajuk 'Advancing Hair Loss and Scalp Health Screening: A Validated Dermatologist-Designed Self-Assessment Model for Early Identification and Targeted Care" yang disampaikan dr. Sofiah Lontoh, Sp.DVE, MSc.CSO, FINSDV, FAADV.
Menurut dr. Sofiah, pemahaman mengenai rambut rontok di masyarakat masih sering berfokus pada kondisi batang rambut. Akibatnya, perawatan yang dilakukan pun cenderung hanya diarahkan pada cara keramas, menyisir, atau metode perawatan batang rambut lainnya.
"Banyak masyarakat masih menganggap rambut rontok semata-mata disebabkan oleh batang rambut yang rapuh sehingga fokus perawatannya pun hanya tertuju pada batang rambut seperti teknik keramas, cara menyisir, atau metode lainnya yang belum tentu terbukti secara ilmiah. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80% penyebab rambut rontok berasal dari kulit kepala," ujar dr. Sofiah.
Ia menjelaskan, kulit kepala merupakan satu-satunya bagian 'hidup' dari rambut. Kondisi kulit kepala yang tidak sehat atau tidak ternutrisi dengan baik dapat berdampak pada kualitas rambut dan memicu kerontokan yang semakin parah.
Di sisi lain, kondisi kulit kepala setiap orang berbeda sehingga kebutuhan perawatannya tidak dapat disamaratakan. Karena itu, skrining sejak dini diperlukan untuk membantu masyarakat memahami penyebab kerontokan yang dialami dan menentukan langkah perawatan yang lebih sesuai.
"Karena itu, skrining sejak dini menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat memahami penyebab rambut rontok yang dialami sehingga mereka dapat memilih perawatan yang paling sesuai. Hal inilah yang mendorong Perdoski Cabang Jakarta berkolaborasi dengan Dove Hairfall Control dalam menghadirkan platform Dove Scalp + Hair AI Analysis," katanya.
Analisis kondisi kulit kepala berbasis AI
Dove Scalp + Hair AI Analysis dirancang sebagai langkah awal berbasis sains untuk membantu masyarakat mengenali kondisi kulit kepala, tingkat kerontokan rambut, hingga sejumlah faktor yang dapat menjadi penyebabnya sebelum menentukan perawatan atau berkonsultasi dengan dokter apabila diperlukan.
Platform tersebut dapat digunakan secara digital. Pengguna cukup mengunggah foto close-up kulit kepala sesuai panduan yang tersedia, kemudian menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kondisi kulit kepala, pola kerontokan, gaya hidup, hingga faktor kesehatan yang dapat memengaruhi kondisi rambut.
Dalam hitungan menit, pengguna akan memperoleh hasil yang mencakup analisis kondisi kulit kepala, status kesehatan rambut, jenis kulit kepala, tingkat kerontokan, serta rekomendasi perawatan yang lebih personal berdasarkan kondisi rambut yang dialami.
Dengan demikian, teknologi tersebut tidak hanya memberikan informasi mengenai kondisi rambut, tetapi juga membantu pengguna memahami kebutuhan kulit kepala sebagai bagian penting dari upaya menangani rambut rontok. Platform Dove Scalp + Hair AI Analysis dapat diakses melalui https://dove-scalp-hair-ai.app.usp.at/.
Perluas edukasi melalui gerai ritel
Upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai kesehatan kulit kepala juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Watsons sebagai official retailer partner. Melalui kolaborasi ini, edukasi mengenai kesehatan kulit kepala dan penanganan rambut rontok bersama para hairfall experts akan dihadirkan di sejumlah gerai Watsons di Indonesia.
Pelanggan juga dapat memperoleh informasi mengenai Dove Scalp + Hair AI Analysis, termasuk cara mengakses dan menggunakannya, secara langsung di gerai Watsons pilihan.
Hasil analisis yang diperoleh melalui platform tersebut selanjutnya dapat membantu pelanggan mengenali kondisi kulit kepala, mendapatkan rekomendasi yang lebih personal, serta menemukan rangkaian Dove Hairfall Control yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing di Watsons. Sebagai health and beauty retailer, Watsons juga menempatkan edukasi dan pendampingan konsumen sebagai bagian dari upaya membantu pelanggan membuat keputusan yang lebih tepat dalam memilih produk perawatan.
Dengan pilihan rangkaian Dove Hairfall Control untuk berbagai kondisi kulit kepala, Watsons menghadirkan pengalaman berbelanja yang menghubungkan pelanggan dengan solusi berdasarkan hasil analisis dan kebutuhan mereka. Peran tersebut sekaligus menempatkan Watsons sebagai one-stop destination untuk kebutuhan health and beauty, sekaligus mendukung perluasan akses terhadap solusi perawatan rambut yang lebih personal, mudah dijangkau, dan menggunakan pendekatan berbasis sains.
Pendekatan dari kulit kepala hingga batang rambut
Dari sisi perawatan, Dove Hairfall Control mengembangkan pendekatan From Scalp to Strands, yang mencakup perawatan mulai dari kulit kepala hingga batang rambut. Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia Matthew Seal, M.Sc., mengatakan rangkaian tersebut memiliki tiga manfaat utama, yakni membantu mengurangi rambut rontok dari akar, memperkuat serat rambut, serta mendukung pertumbuhan rambut baru yang lebih sehat.
"Terbukti secara klinis, penggunaan rutin rangkaian Dove Hairfall Control mampu membantu mengurangi rambut rontok sekaligus mendukung pertumbuhan hingga 2.700 helai rambut baru dalam empat minggu," ujar Matthew.
Rangkaian Dove Hairfall Control terdiri atas shampoo, conditioner, creambath, hair tonic, serta Bi-phase Serum+Oil. Produk tersebut diperkaya teknologi Dynazinc™ Complex+, yang dikembangkan selama 10 tahun bersama para hairfall experts.
Rangkaian ini juga mempertimbangkan perbedaan kondisi kulit kepala setiap orang. Karena itu, Dove Hairfall Control menghadirkan berbagai varian dengan kandungan skincare yang disesuaikan untuk kebutuhan kulit kepala normal hingga kering, berminyak, sensitif, maupun rentan berketombe.
Seluruh rangkaian turut diperkaya ceramide yang membantu memperkuat skin barrier kulit kepala sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih optimal bagi pertumbuhan rambut yang sehat.
"Melalui inovasi produk, edukasi, serta kehadiran Dove Scalp + Hair AI Analysis, kami ingin membantu masyarakat Indonesia memahami bahwa mengatasi rambut rontok tidak cukup hanya berfokus pada batang rambut," kata Matthew.
Menurut dia, mengenali kondisi kulit kepala sejak dini dapat membantu setiap orang mengambil langkah perawatan yang lebih tepat, personal, dan berbasis sains untuk mendapatkan rambut yang lebih kuat dan sehat. (E-1)















































