CNN Indonesia
Jumat, 04 Apr 2025 13:05 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Tim K9 INASAR 1 yang tergabung dalam Operasi Kemanusiaan Myanmar 2025 berhasil menemukan satu korban gempa dalam pencarian yang dilakukan pada Rabu (2/4).
Operasi pencarian yang dilaksanakan di dua lokasi perumahan warga di Naypyidaw itu melibatkan empat personel Polri dan dua anjing pelacak K9.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pencarian itu, lokasi pertama yang dituju tim adalah Site I. Saat itu, anjing pelacak K9 Walet berhasil menemukan satu titik sumber bau yang diduga berasal dari korban.
"Setelah K9 Walet menemukan titik bau di Site I, kami segera melakukan eksekusi dan berhasil menemukan satu korban perempuan yang sudah meninggal dunia," kata K9 Officer Iptu Erasmus dalam keterangan tertulis, Kamis (3/4).
Tim K9 kemudian melanjutkan pencarian ke lokasi kedua, Site II, sekitar pukul 14.00 waktu Myanmar.
K9 Walet kembali menunjukkan hasil dengan menemukan titik bau yang diduga berasal dari korban lain.
"Kami langsung menginformasikan temuan ini kepada tim penyelamat INASAR untuk segera melakukan evakuasi di lokasi tersebut," katanya.
Tim K9 INASAR 1 terdiri dari empat personel Polri yang terdiri dari Iptu Erasmus sebagai K9 Officer, Aipda M. Sahid dan Bripka Hasan Musa sebagai handler K-9, serta Aipda Triyo Arbi yang bertugas sebagai veterinarian K-9.
Dua anjing pelacak yang turut serta dalam pencarian ini, K9 Gizi dan K9 Walet.
Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Myanmar telah meningkat hingga lebih dari 3.000. Angka tersebut diumumkan junta militer Myanmar pada Kamis (3/4) atau enam hari setelah negara itu diguncang gempa M 7,7.
Pernyataan dari juru bicara junta mengatakan bahwa 3.085 kematian telah dikonfirmasi, dengan 341 orang masih hilang dan 4.715 orang terluka.
(fra/yoa/fra)