Trump Pecat Jenderal Haugh, Kepala Badan Keamanan Nasional AS

17 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintahan Donald Trump memecat direktur dan wakil direktur Badan Keamanan Nasional (NSA), Jenderal Timothy Haugh dan Wendy Noble, yang merupakan biro intelijen siber terkuat di Amerika Serikat.

Haugh juga menjabat sebagai pemimpin Komando Siber AS, yang merupakan unit ofensif dan defensif militer di bidang siber. Ia menjabat sejak Februari 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari CNN, informasi pemecatan ini diungkap oleh anggota komite intelijen Senat dan DPR serta dua mantan pejabat yang mengetahui masalah tersebut.

Pemecatan ini jadi sinyal perombakan besar komunitas intelijen AS yang memang tengah menjalani perombakan besar dalam dua bulan pertama pemerintahan Trump.

Tokoh Partai Demokrat di komite intelijen Senat dan DPR, Senator Mark Warner dan Rep. Jim Himes, mengecam pemecatan Haugh dalam pernyataan pada Kamis malam.

Letnan Jenderal William Hartman, seorang perwira militer senior dan wakil Komando Siber, diprediksi akan menggantikan posisi Haugh sebagai penjabat kepala komando dan NSA.

Sebelumnya sejumlah staf di Dewan Keamanan Nasional juga dipecat pemerintahan Trump. 

Komando Siber dan NSA menolak berkomentar dan merujuk CNN ke Kantor Menteri Pertahanan. CNN juga telah meminta komentar dari Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

Bulan lalu, Haugh menjamu miliarder Elon Musk, yang mengawasi Departemen Efisiensi Pemerintah, di markas besar NSA dan Komando Siber di Fort Meade, Maryland.

Beberapa pejabat pertahanan mengatakan saat ini di jajaran perwira di Departemen Pertahanan ada kekhawatiran bisa dipecat kapan saja jika dianggap tidak cukup setia kepada Trump.

NSA adalah salah satu badan mata-mata pemerintah AS yang paling kuat dan penting.

Banyak operasi intelijen penting di seluruh dunia yang dilakukan oleh badan itu, termasuk pemecahan kode atau sandi. Badan ini juga akan memberikan laporan intelijen kepada presiden dan wakil presiden.

Komando Siber didirikan lebih dari satu dekade lalu untuk memerangi ancaman asing di dunia maya dan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Komando Siber berperan penting dalam menjaga pemilu AS dari pengaruh dan campur tangan asing, termasuk dengan melumpuhkan peternakan bot Rusia dalam pemilu 2018, dan mempertahankan diri dari peretas Iran dalam pemilu 2020.

Renée Burton, seorang pakar keamanan siber yang bekerja selama lebih dari dua dekade di NSA, menyebut berita pemecatan Haugh dan Burton sebagai hal yang mengkhawatirkan.

"Misi NSA sangat luas dan sangat rumit," kata Burton kepada CNN. "Mengganti mereka tidak akan mudah, dan gangguan tersebut akan membuat negara menghadapi risiko baru."

(vws)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |