Trump soal Mojtaba Khamenei: Merasa Terhormat Jika Bisa Bertemu

9 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku mau bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei jika kesepakatan tercapai dan negosiasi untuk mengkahiri perang sukses.

Trump menyampaikan komentar tersebut saat ditanya kemungkinan pertemuan dengan pemimpin Iran ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tak ingin bertemu, tetapi jika bertemu, saya akan merasa terhormat bertemu dengan dia," kata Trump pada Kamis (14/6), dikutip Anadolu Agency.

"Saya ingin melihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan, tetapi jika kita mencapai kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu dengannya," kata Trump.

Saat ditanya lebih lanjut, apakah pertemuan tersebut kemungkinan besar terjadi, Trump tak bisa menjawab dengan pasti.

"Saya belum banyak mendengar tentang itu. Saya tidak menyarankan itu, tetapi beberapa orang menyarankan," ungkap dia.

Lebih lanjut, Trump mengatakan syarat-syarat dari kesepakatan apa pun mengharuskan Iran meninggalkan program nuklir mereka.

"Sejauh menyangkut Iran, Anda akan segera mengetahui seperti apa kesepakatannya, tetapi bagian utama dari kesepakatan itu adalah mereka tak boleh punya senjata nuklir," ungkap dia.

Di kesempatan tersebut, Trump juga menyinggung soal potensi pembukaan kembali rute perdagangan global Selat Hormuz.

Dia optimis selat tersebut akan segera dibuka mengingat kemampuan pasukan AS memusnahkan ranjau bawah laut.


"Selat itu akan segera dibuka, Anda tahu, akan segera dibuka, dan kami sebagian besar telah melakukan penyisiran ranjau," ujar Trump.

Tanggapan Trump muncul saat Washington dan Teheran berupaya menggelar negosiasi damai untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak akhir Februari.

Kedua negara sempat melakukan negosiasi di Islamabad, Pakistan. Namun, pembicaraan gagal dan tak ada kesepakatan apa pun.

AS dan Iran sama-sama mempertahankan tuntutan mereka. Washington ingin Teheran melucuti dan menghentikan program nuklirnya, tetapi Teheran menolak.

Pemerintah Iran meminta AS harus menghargai hak dan komitmen mereka memperkaya uranium yang digunakan untuk tujuan damai, bukan senjata.

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |