REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) mendampingi UMKM pangan lokal Papandra di Kelurahan Limo, Kota Depok, menyusun strategi diversifikasi produk sebagai upaya memperkuat keberlanjutan usaha. Pendampingan tersebut juga dibarengi penguatan pengelolaan keuangan berbasis data agar pengembangan produk dilakukan secara lebih terukur.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Program Kemitraan Masyarakat bertajuk “Penguatan Manajemen Keuangan Berbasis Data dan Diversifikasi Produk untuk Meningkatkan Keberlanjutan UMKM Pangan Lokal Papandra”. Program dipimpin oleh Sufyati HS bersama Tri Siswantini dan Tati Handayani.
Papandra merupakan UMKM yang memproduksi kue garpu atau kue siput dan dikelola oleh Marni Dewi Yanti. Berdasarkan identifikasi awal, usaha tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari pencatatan transaksi yang belum rutin, belum tersusunnya laporan keuangan sederhana, belum adanya perencanaan arus kas, hingga perhitungan harga pokok produksi dan penetapan harga jual yang masih berdasarkan perkiraan. Selain itu, usaha tersebut masih bergantung pada satu produk utama sehingga diperlukan strategi diversifikasi untuk memperluas sumber pendapatan.
Sufyati mengatakan, pengelolaan usaha berbasis data menjadi fondasi dalam menyusun strategi pengembangan usaha, termasuk ketika pelaku UMKM ingin menghadirkan produk baru.
“Melalui program ini, kami ingin membantu UMKM Papandra membangun kebiasaan mengelola usaha berdasarkan data. Ketika transaksi dicatat dengan tertib dan biaya dihitung secara tepat, pemilik usaha dapat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan survei pada 13 Mei 2026, kemudian dilanjutkan pelatihan dan pendampingan selama Juni hingga Juli 2026. Materi yang diberikan meliputi pencatatan transaksi, penyusunan laporan laba rugi dan arus kas, perencanaan cash flow, perhitungan harga pokok produksi, penetapan harga berbasis biaya, hingga penyusunan strategi diversifikasi produk berdasarkan analisis biaya dan potensi pasar.
Tri Siswantini menjelaskan, sistem pengelolaan keuangan yang diterapkan dirancang sederhana agar mudah digunakan secara berkelanjutan oleh pelaku usaha.
“Tujuannya bukan membuat pembukuan yang rumit, tetapi membantu pemilik usaha memperoleh informasi yang benar-benar dibutuhkan, seperti jumlah pendapatan, biaya, laba, dan posisi kas usaha,” kata Tri.
Sementara itu, Tati Handayani mengatakan diversifikasi produk perlu dilakukan secara terencana agar mampu memberikan nilai tambah bagi usaha.
“Diversifikasi tidak sekadar menambah jenis produk. Setiap produk baru perlu dianalisis dari sisi biaya, target konsumen, harga jual, dan potensi keuntungannya agar pengembangannya lebih terukur,” ujarnya.
Selain pelatihan dan pendampingan, tim Program Kemitraan Masyarakat juga menerapkan teknologi tepat guna untuk mendukung kegiatan operasional Papandra. Pemilik UMKM Papandra, Marni Dewi Yanti, menilai pendampingan tersebut membantunya memahami kondisi usaha sekaligus menyusun rencana pengembangan produk.
Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 27,2 persen menjadi 89,2 persen. Sementara itu, rata-rata keterampilan meningkat dari 20,8 persen menjadi 86,2 persen, melampaui target peningkatan minimal 60 persen yang ditetapkan dalam program.
Melalui pendampingan tersebut, UPNVJ berharap UMKM Papandra dapat menerapkan pengelolaan keuangan secara konsisten sekaligus mengembangkan produk baru berdasarkan analisis biaya dan kebutuhan pasar.

1 hour ago
5
















































