Vietnam Minta Trump Tunda Tarif Timbal Balik AS dan Buka Negosiasi

10 hours ago 5

CNN Indonesia

Jumat, 04 Apr 2025 19:57 WIB

Vietnam meminta AS menunda tarif timbal balik 46 persen yang berlaku 9 April. Vietnam mengusulkan negosiasi untuk menghindari dampak negatif. Vietnam meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda untuk menerapkan tarif timbal balik sebesar 46 persen untuk negara ini dan 10 persen secara global. (AFP/Manan Vatsyayana)

Jakarta, CNN Indonesia --

Vietnam meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda untuk menerapkan tarif timbal balik sebesar 46 persen untuk negara ini dan 10 persen secara global.

AS akan memberlakukan tarif resiprokal itu pada 9 April.

Kementerian Perdagangan Vietnam menyampaikan permintaan tersebut dalam nota diplomatik tak lama usai pengumuman Trump, dikutip Bangkok Post, Jumat (4/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rilis resmi, pemerintah Vietnam menyatakan Menteri Perdagangan Nguyen Hong Dien dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Green "akan segera" melakukan pembicaraan via telepon.

Kepala Departemen Pengembangan Pasar Luar Negeri Kementerian Perdagangan Ta Hoang Linh juga mengatakan masih "ada ruang untuk diskusi dan negosiasi."

Linh mengatakan barang-barang Vietnam yang diekspor ke AS sebagian besar bersaing dengan barang-barang dari negara lain, bukan produk Amerika.

Lebih lanjut, Linh menyebut Vietnam berencana mengirim delegasi lain ke AS akhir pekan ini. Delegasi itu dipimpin Wakil Perdana Menteri Ho Duc Phoc.

Pada Kamis, Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengatakan tarif tersebut tak sejalan dengan hubungan baik antara kedua negara. Dia juga menginstruksikan pembentukan gugus tugas untuk memberi tanggapan cepat.

Tarif baru AS bisa menghambat tujuan ambisius Vietnam dalam meningkatkan pertumbuhan hingga setidaknya 8 persen tahun ini.

Menurut laporan terkini dari Kantor Perwakilan Dagang AS, tarif pajak impor rata-rata Vietnam adalah 9,4 persen, produk-produk utama AS yang diekspor ke Vietnam dikenakan tarif pajak impor sebesar 15 persen atau lebih rendah.

Jadi kenyataannya, produk-produk kena pajak Vietnam jauh lebih rendah dari yang dihitung yaitu 90 persen atau 46 persen.

(fra/isa/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |