Warga Curhat ke Gibran: Kalsel Banjir Gegara Tambang Ilegal!

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menerima laporan langsung dari warga mengenai dugaan maraknya aktivitas pertambangan ilegal yang memicu banjir di Kalimantan Selatan. Pemerintah diminta turun tangan untuk membereskan persoalan izin tambang yang dinilai menjadi biang kerok banjir di wilayah tersebut.

Seorang mahasiswa menyampaikan aspirasinya saat Gibran melakukan tinjauan ke lokasi banjir di Desa Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Laporannya, perihal bencana yang disinyalir karena aktivitas tambang ilegal tersebut telah merugikan perekonomian masyarakat.

"Jadi gini, Pak, keluhan kami selama ini di Kalimantan Selatan adalah izin pertambangan, Bapak. Ditemukan kurang lebih 180 lebih tambang ilegal. Seolah-olah banjir ini jadi rutinitas tahunan dan dianggap biasa-biasa saja," ungkap perwakilan mahasiswa tersebut, dikutip dari unggahan @gibran_rakabuming, dikutip Rabu (14/01/2026).

Mahasiswa tersebut menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan solusi konkret agar kegiatan perekonomian dan aktivitas harian bisa kembali berjalan normal. Oleh karena itu, saat ini harapan ditumpukan pada kebijakan yang kelak diambil oleh pemerintah.

"Jadi harapan kami, Bapak sebagai pemangku kebijakan ring 1-nya Kalsel, bahkan ring 1-nya nasional sudah ada hadir di sini. Artinya kita sama-sama tahu dan kita sama-sama komitmen untuk bagaimana kemudian menghadirkan sebuah kebijakan yang hari ini betul-betul berpihak kepada rakyat," ucap mahasiswa tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, Gibran menyambut positif masukan dari mahasiswa terhadap tata kelola sumber daya alam di daerah tersebut. Gibran mengakui bahwa evaluasi menyeluruh termasuk soal kegiatan tambang ilegal memang diperlukan untuk mengatasi kerusakan lingkungan.

"Saya mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang menyoroti soal perlunya dilakukan evaluasi dan langkah konkret terkait permasalahan pengelolaan sumber daya alam yang dinilai berdampak pada kerusakan lingkungan dan meningkatkan risiko banjir," kata Gibran dalam unggahannya.

Selain masalah tambang, Gibran juga menyoroti perlunya melihat aspek lain seperti potensi pendangkalan sungai dan pelanggaran tata ruang zona hijau yang berubah menjadi perumahan sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

"Apa urusan tambang tadi, saya tunggu list-nya ya. Ya, mulai dipikirkan solusi jangka panjangnya. Sungainya mungkin ada pendangkalan kah, atau ada tata ruang yang tidak sesuai, zona hijau yang jadi perumahan, karena pas saya ke sini saya lihat terulang kembali," tambahnya.

Menurutnya, aspirasi dari mahasiswa dan masyarakat merupakan bahan pertimbangan pihaknya agar solusi yang diambil oleh pemerintah benar-benar efektif menyelesaikan akar permasalahan.

"Masukan langsung dari masyarakat termasuk mahasiswa sangatlah penting untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam merumuskan solusi dan pengambilan keputusan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi," tandasnya.

(wia)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |