REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota Malang menerapkan rekayasa lalu lintas di 12 ruas jalan saat pelaksanaan Mujahadah Kubro peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, pada 7-8 Februari 2026.
“Terdapat 12 ruas jalan yang diterapkan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus sementara,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra, Jumat (30/1/2026).
Berdasarkan keterangan Dishub, belasan ruas jalan yang diberlakukan rekayasa lalu lintas tersebut meliputi Jalan Besar Ijen, Jalan Semeru, Jalan Retawu, Jalan Willis, Jalan Pahlawan Trip, Jalan Lawu, dan Jalan Wilis. Selain itu, rekayasa lalu lintas juga diterapkan di Jalan Merapi, Jalan Taman Slamet, Jalan Sumbing, Jalan Guntur, dan Jalan Buring.
Ia menyatakan, penerapan rekayasa lalu lintas ini telah memperhitungkan potensi kedatangan sekitar 100 ribu peserta acara ke Kota Malang.
Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan mulai Sabtu (7/2/2026) pukul 12.00 WIB. Sementara itu, inti acara Mujahadah Kubro peringatan 1 Abad NU dijadwalkan berlangsung pada Ahad (8/2/2026) pukul 01.00 WIB.
Langkah antisipasi kepadatan arus lalu lintas akan dilaksanakan hingga Ahad (8/2/2026) pukul 20.00 WIB.
“Antisipasi sampai Ahad malam karena kemungkinan jamaah dari luar daerah juga akan berwisata di Malang Raya,” ucapnya.
Selain itu, Dishub Kota Malang telah menyiapkan sekitar 48 kantong parkir bagi kendaraan peserta di sejumlah titik strategis, mulai dari Lapangan Rampal hingga kawasan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.
Dishub juga menyiagakan sebanyak 120 personel untuk mengatur kelancaran lalu lintas selama berlangsungnya acara Mujahadah Kubro. Setiap empat jam sekali, personel tersebut akan bergantian berjaga dan memantau perkembangan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi acara.
Di sisi lain, pengamanan jalannya acara melibatkan sekitar 1.500 personel Banser dengan dukungan aparat kepolisian di wilayah Malang Raya.
sumber : Antara

4 hours ago
1













































