5 Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia: Blambangan Ekspres Tembus 1.000 Km

4 hours ago 8
 Blambangan Ekspres Tembus 1.000 Km Ilustrasi(Dok KAI)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menghadirkan berbagai layanan kereta api jarak jauh yang menghubungkan sejumlah kota di Pulau Jawa. Dari beragam layanan tersebut, terdapat lima kereta api yang memiliki relasi perjalanan paling panjang di Indonesia dengan jarak tempuh mulai sekitar 825 kilometer hingga lebih dari 1.000 kilometer.

Perjalanan jarak jauh tersebut tidak hanya menjadi sarana transportasi antarkota, tetapi juga memberikan pengalaman menikmati beragam lanskap sepanjang perjalanan. Penumpang dapat menyaksikan pergantian panorama mulai dari kawasan perkotaan, hamparan sawah, pegunungan, wilayah pesisir, hingga kawasan timur Pulau Jawa.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, layanan kereta api jarak jauh memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat, termasuk relasi dengan jarak tempuh di atas 1.000 kilometer.

“Setiap kereta api memiliki karakter perjalanan, kota pemberhentian, dan daerah tujuan yang berbeda. Masyarakat dapat memilih layanan sesuai kebutuhan, baik untuk berlibur, mengunjungi keluarga, bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjalankan kegiatan usaha,” kata Anne.

Daftar 5 Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia

Berikut lima layanan kereta api dengan relasi perjalanan terpanjang yang dioperasikan KAI berdasarkan data operasional terbaru:

1. KA Blambangan Ekspres (Pasarsenen–Ketapang PP)

KA Blambangan Ekspres menjadi kereta api dengan rute terpanjang di Indonesia. Relasi Pasarsenen–Ketapang memiliki jarak sekitar 1.030 kilometer. Sepanjang 2025, layanan ini mengangkut 533.988 pelanggan, sedangkan pada Semester I 2026 jumlah pelanggan mencapai 247.142 orang.

Kereta ini menghubungkan Jakarta dengan Ketapang, Banyuwangi, melalui jalur pantai utara dan timur Jawa, seperti Cirebon, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Surabaya, Probolinggo, dan Jember. Penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju destinasi wisata populer seperti Kawah Ijen hingga penyeberangan menuju Bali.

2. KA Sangkuriang (Bandung–Ketapang PP)

Posisi kedua ditempati KA Sangkuriang dengan relasi Bandung–Ketapang yang memiliki jarak sekitar 1.002 kilometer. Sejak mulai beroperasi pada Mei hingga Juni 2026, KA Sangkuriang telah melayani 133.119 pelanggan.

Kereta api ini melintasi jalur selatan Pulau Jawa, berhenti di Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, hingga Banyuwangi. Layanan ini memperluas pilihan perjalanan langsung bagi masyarakat Jawa Barat menuju Jawa Timur tanpa harus berganti kereta.

3. KA Pandalungan (Gambir–Jember PP)

KA Pandalungan berada di urutan ketiga dengan relasi Gambir–Jember sejauh sekitar 919 kilometer. Pada 2025, layanan ini melayani 409.200 pelanggan, sedangkan pada Semester I 2026 jumlah pelanggan mencapai 211.325 orang.

Menghubungkan Jakarta dengan kawasan Tapal Kuda melalui Cirebon, Semarang, Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo. Relasi ini mendukung mobilitas menuju pusat pendidikan dan wisata di wilayah Jember dan sekitarnya.

4. KA Gajayana (Gambir–Malang PP)

Di posisi keempat terdapat KA Gajayana yang melayani perjalanan Gambir–Malang dengan jarak sekitar 904 kilometer. Selama 2025, KA Gajayana melayani 308.106 pelanggan, sedangkan Semester I 2026 tercatat 162.379 pelanggan.

Rute ini melewati jalur selatan Jawa, mencakup Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kediri, hingga tiba di Malang. Relasi ini menjadi akses utama menuju berbagai destinasi sejarah dan pegunungan di Jawa Timur.

5. KA Gaya Baru Malam Selatan (Pasarsenen–Surabaya Gubeng PP)

KA Gaya Baru Malam Selatan melengkapi daftar lima besar dengan relasi Pasarsenen–Surabaya Gubeng sejauh 825 kilometer. Pada 2025, layanan ini mengangkut 389.736 pelanggan, dan pada Semester I 2026 mencapai 198.582 pelanggan.

Kereta ini melayani perjalanan melalui Cirebon, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Madiun, Jombang, dan Mojokerto, menjadikannya pilihan favorit untuk keperluan bisnis maupun keluarga di jalur selatan.

Dampak Ekonomi Daerah
Anne Purba menambahkan bahwa layanan jarak jauh ini mendorong sektor transportasi lanjutan, penginapan, kuliner, hingga UMKM di sekitar stasiun tujuan. KAI mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan melalui aplikasi Access by KAI untuk memastikan ketersediaan tiket dan kenyamanan perjalanan.

“KAI akan terus mengevaluasi pelayanan di stasiun dan selama perjalanan agar masyarakat semakin mudah menjangkau berbagai kota di Indonesia dengan aman dan nyaman,” tutup Anne. (E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |