Universitas Bakrie mendampingi UMKM Galleries Abata dalam mengembangkan promosi produk batik.(Dok.Istimewa)
PEMANFAATAN kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkuat strategi pemasaran. Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Universitas Bakrie melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) mendampingi UMKM Galleries Abata dalam mengembangkan promosi produk batik.
Pendampingan tersebut mencakup pemanfaatan AI, digital storytelling, pembuatan konten video, hingga integrasi QR Code untuk mendukung pemasaran produk secara lebih kreatif dan digital.
Program ini dilaksanakan oleh tim Universitas Bakrie yang terdiri atas Dita Nurmadewi, dosen Program Studi Sistem Informasi sekaligus ketua tim, Jurica Lucyanda, dosen Program Studi Akuntansi, dan Zakiul Fahmi Jailani, dosen Program Studi Sistem Informasi. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Aulia Febriyanti dan Rega Saputra.
Pendampingan dilakukan secara bertahap. Kegiatan diawali dengan sosialisasi digital storytelling pada 19 Juni 2026 untuk membantu peserta memahami cara menyampaikan nilai dan karakter produk melalui cerita. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor peserta meningkat dari 58 menjadi 92.
Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan pemanfaatan Google AI Pro untuk penyusunan narasi storytelling pada 3 Juli 2026. Rata-rata skor evaluasi meningkat dari 46 menjadi 92. Materi mencakup penyusunan prompt, pengembangan ide, penggunaan Google Flow, dan kreativitas dalam AI storytelling.
Pada 17 Juli 2026, pendampingan dilanjutkan dengan pembuatan video storytelling berbasis Google AI Pro. Rata-rata skor peserta meningkat dari 34 menjadi 90. Peserta mempraktikkan penyusunan prompt, pola Hook–Cerita–Ajakan, serta proses pembuatan dan pengolahan video menggunakan berbagai perangkat digital.
Tahap berikutnya pada 7 Agustus 2026 berfokus pada pembuatan QR Code untuk mengintegrasikan produk fisik dengan video storytelling. Rata-rata skor meningkat dari 44 menjadi 80. Pemahaman peserta mengenai cara menghubungkan QR Code dengan video meningkat dari 40 persen menjadi 100%.
STRATEGI KOMUNIKASI UMKM
Ketua tim PKM Universitas Bakrie, Dita Nurmadewi, mengatakan pemanfaatan AI perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi komunikasi UMKM, bukan sekadar pengenalan teknologi.
“Kami ingin UMKM tidak hanya mengenal AI sebagai teknologi, tetapi mampu menggunakannya untuk menceritakan keunggulan produk, membuat konten promosi, dan menghubungkan produk fisik dengan pengalaman digital konsumen,” ujar Dita.
Rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM membutuhkan kombinasi antara kemampuan bercerita, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi. Digital storytelling digunakan untuk membangun cerita produk, AI membantu penyusunan narasi dan produksi konten, sementara QR code menjadi penghubung antara produk fisik dan informasi digital.
Melalui program ini, Universitas Bakrie menghubungkan kompetensi dosen dan mahasiswa dengan kebutuhan nyata UMKM. Pendampingan diharapkan dapat mendorong Galleries Abata menerapkan teknologi secara mandiri dan berkelanjutan sehingga digital storytelling, konten video berbasis AI, dan QR Code menjadi bagian dari strategi promosi serta penguatan daya saing UMKM di ruang digital. (E-2)
















































