Upie Guava: Teknologi Kamera Memperluas Eksplorasi Kreatif Film

3 hours ago 1
 Teknologi Kamera Memperluas Eksplorasi Kreatif Film Upie Guava (Film Director), Bagoes Tresna (Cinematografer), Joni Astin (Filmmaker), Andhy Pulung (Film Editor & Colorist) membagikan perspektif mereka sebagai pembuat film di Filmmakers Sharing Session.(MI/Elisa Rosalind)

PERKEMBANGAN teknologi kamera memberikan banyak pilihan bagi pembuat film untuk menerjemahkan ide ke dalam karya audiovisual. Namun, kecanggihan perangkat tersebut bukan penentu utama kualitas sebuah karya.

Sutradara film, Upie Guava, menegaskan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperluas kemungkinan kreatif, bukan membatasi cara bercerita. Hal ini disampaikannya dalam Filmmakers Sharing Session pada peluncuran resmi Sony FX5, Kamis (13/8).

Menurut Upie, teknologi lahir dari kebutuhan manusia untuk mengeksplorasi hal-hal yang sebelumnya tidak terjangkau. Kehadiran fitur-fitur baru pada kamera justru memberikan ruang eksperimen yang lebih luas bagi para kreator.

“Teknologi itu dibuat karena ada kebutuhan dari eksplorasinya manusia. Sejatinya teknologi baru, termasuk kamera yang baru launching hari ini, untuk memperluas ruang eksplorasi,” ujar Upie.

Ia juga mengingatkan agar pembuat film tidak memiliki ketergantungan pada spesifikasi teknis tertentu. Meski spesifikasi tinggi membantu sebuah karya memenuhi standar distribusi platform global seperti Netflix atau format IMAX, inti dari sebuah karya tetap terletak pada ceritanya.

Selain faktor teknis, Upie menyoroti realitas produksi di lapangan yang sering kali tidak sesuai dengan rencana awal. Baginya, kemampuan sutradara untuk bersikap fleksibel terhadap perubahan situasi, seperti cuaca atau kendala lokasi, adalah kunci.

Menutup sesi tersebut, Upie menyebut adanya unsur "magic" dalam proses produksi. Berdasarkan pengalamannya selama lebih dari 20 tahun, perubahan spontan di lokasi sering kali menghasilkan visual yang lebih baik daripada rencana di atas kertas.

“Memang tidak semua orang bisa compatible dengan proses pembuatan film karena there is always a magic,” pungkasnya. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |