Mark Ruffalo, Benedict Cumberbatch, Ian McKellen, dan sejumlah aktor Marvel lainnya menandatangani seruan internasional yang mendesak pembebasan Barghouti dari penjara Israel.(Anadolu Agency)
LEBIH dari 20 aktor yang dikenal melalui film dan serial Marvel bergabung dalam kampanye internasional yang menyerukan pembebasan politikus Palestina Marwan Barghouti, yang ditahan Israel.
Kampanye bertajuk “Free Marwan Now” diluncurkan oleh keluarga Barghouti dan didukung lebih dari 200 tokoh dari dunia film, musik, dan sastra. Melalui Instagram, kampanye tersebut menyatakan keprihatinan serius atas penahanan Barghouti yang berkelanjutan, perlakuan keras yang disebutnya sebagai “violent mistreatment”, serta penolakan terhadap hak-hak hukumnya.
“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas penahanan Marwan Barghouti yang terus berlanjut, perlakuan keras yang dialaminya, serta pengingkaran terhadap hak-hak hukumnya selama berada di penjara,” demikian pernyaataan kampanye di Instagram.
Kampanye itu juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pemerintah di berbagai negara untuk mengupayakan pembebasan Barghouti.
Sejumlah aktor yang menandatangani seruan tersebut antara lain Ian McKellen, Mark Ruffalo, Benedict Cumberbatch, Don Cheadle, Cate Blanchett, Tilda Swinton, dan Hugo Weaving.
Barghouti, 68, merupakan mantan sekretaris jenderal Fatah dan salah satu tokoh penting dalam Intifada pertama. Israel menangkapnya pada 2002 untuk membungkam sikap kritis dan perlawanannya.
Ia kemudian dinyatakan bersalah atas sejumlah dakwaan, termasuk pembunuhan yang berkaitan dengan serangkaian serangan pada masa Intifada kedua yang menewaskan lima orang. Barghouti dijatuhi hukuman lima kali penjara seumur hidup ditambah 40 tahun penjara.
Barghouti menempuh pendidikan ilmu politik di Universitas Birzeit. Ia meraih gelar sarjana dalam bidang sejarah dan ilmu politik serta gelar magister hubungan internasional. Ia juga menyelesaikan pendidikan doktoral saat berada di penjara.
Barghouti turut menulis sejumlah buku, di antaranya The Promise, Resistance to Arrest, dan One Thousand Days in a Solitary Confinement Cell.
Pada Februari 2024, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memerintahkan pemindahan Barghouti dari Penjara Militer Ofer ke Penjara Ramon. Di sana, Barghouti ditempatkan dalam sel isolasi.
Otoritas Israel mengatakan pemindahan tersebut dilakukan setelah memperoleh informasi intelijen mengenai dugaan rencana pemberontakan di Tepi Barat. Keputusan itu meningkatkan kekhawatiran di kalangan Palestina mengenai keselamatan Barghouti.
Menurut kampanye “Free Marwan Now”, Barghouti telah berada dalam tahanan isolasi sejak 2023 dan menghadapi pembatasan terhadap hak-hak hukumnya. (Al-Jazeera/Anadolu/B-3)












































