Al-Maqrizi dan Inflasi: Pemikiran Abad ke-14 yang Masih Relevan di Indonesia

4 hours ago 6

Image Tijani Syarafana

Ekonomi Syariah | 2026-06-26 14:21:31

Pemikiran Ekonomi Al-Maqrizi dan Relevansinya terhadap Inflasi di Indonesia

Ekonomi Islam telah melahirkan banyak tokoh yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu ekonomi. Salah satu tokoh yang menarik untuk dikaji adalah Al-Maqrizi. Berbeda dengan beberapa pemikir ekonomi Islam yang fokus pada perdagangan atau distribusi kekayaan, Al-Maqrizi lebih banyak membahas permasalahan inflasi, stabilitas mata uang, dan peran pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Pemikirannya menjadi sangat relevan karena hingga saat ini inflasi masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi berbagai negara, termasuk Indonesia.

Biografi Singkat Al-Maqrizi

Al-Maqrizi memiliki nama lengkap Taqiyuddin Ahmad bin Ali bin Abdul Qadir Al-Maqrizi. Ia lahir di Kairo, Mesir, pada tahun 766 H (1364 M) dan wafat pada tahun 845 H (1442 M). Al-Maqrizi dikenal sebagai seorang sejarawan, ulama, dan pemikir ekonomi Islam yang hidup pada masa Dinasti Mamluk.

Selama hidupnya, Al-Maqrizi banyak mengamati berbagai peristiwa sosial dan ekonomi yang terjadi di Mesir. Ia menyaksikan secara langsung krisis ekonomi yang menyebabkan kenaikan harga barang, kemiskinan, dan penderitaan masyarakat. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk melakukan kajian mendalam mengenai penyebab dan solusi berbagai permasalahan ekonomi.

Salah satu karya terkenalnya adalah Ighatsah Al-Ummah bi Kasyf Al-Ghummah, yang membahas krisis ekonomi dan inflasi yang terjadi pada masa itu. Melalui karya tersebut, Al-Maqrizi memberikan analisis yang sistematis mengenai faktor-faktor penyebab inflasi dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Pemikiran Ekonomi Al-Maqrizi

1. Teori Inflasi

Pemikiran Al-Maqrizi yang paling terkenal adalah teorinya mengenai inflasi. Menurut Al-Maqrizi, inflasi merupakan kondisi naiknya harga barang dan jasa secara terus-menerus yang menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat.

Al-Maqrizi membagi inflasi menjadi dua jenis :

A. Inflasi Alamiah (Inflasi Alami)

Inflasi alamiah terjadi karena faktor-faktor yang berada di luar kendali manusia, seperti bencana alam, kekeringan, gagal panen, wabah penyakit, dan peperangan. Ketika jumlah barang yang tersedia berkurang sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi, harga barang akan mengalami kenaikan.

Menurut Al-Maqrizi, jenis inflasi ini merupakan bagian dari kondisi alam yang sulit dihindari dan sering kali berdampak pada seluruh lapisan masyarakat.

B. Inflasi Akibat Kesalahan Manusia (Human Error Inflation)

Jenis inflasi ini terjadi akibat perilaku manusia dan kebijakan yang tidak tepat. Al-Maqrizi menjelaskan bahwa korupsi, pengawasan kekuasaan, pajak yang berlebihan, serta pengelolaan mata uang yang buruk dapat menyebabkan kenaikan harga secara tidak wajar.

Menurutnya, inflasi akibat kesalahan manusia jauh lebih berbahaya karena sebenarnya dapat dicegah melalui tata kelola pemerintahan yang baik dan kebijakan ekonomi yang tepat.

2. Pentingnya Stabilitas Mata Uang

Al-Maqrizi menekankan pentingnya menjaga stabilitas mata uang dalam perekonomian. Pada masanya, pemerintah sering mengurangi kualitas mata uang yang beredar demi mendapatkan keuntungan jangka pendek. Kebijakan tersebut menyebabkan nilai mata uang menurun dan memicu kenaikan harga barang.

Menurut Al-Maqrizi, pemerintah harus menjaga kualitas dan nilai mata uang agar masyarakat tetap percaya terhadap sistem ekonomi yang berlaku. Stabilitas mata uang akan menciptakan kondisi ekonomi yang lebih sehat dan mendukung aktivitas perdagangan.

3. Peran Pemerintah dalam Perekonomian

Al-Maqrizi berpandangan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan perekonomian. Pemerintah harus menciptakan kebijakan yang adil, mengawasi distribusi kebutuhan pokok, serta memberantas korupsi yang dapat merugikan masyarakat.

Apabila pemerintah gagal menjalankan tanggung jawab tersebut, maka berbagai permasalahan perekonomian seperti inflasi, kemiskinan, dan kesenjangan sosial akan semakin sulit diatasi.

Keterkaitan Pemikiran Al-Maqrizi dengan Ekonomi Indonesia

Pemikiran Al-Maqrizi masih sangat relevan dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi Indonesia adalah kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, cabai, minyak goreng, dan berbagai komoditas pangan lainnya.

Dalam beberapa kasus, kenaikan harga terjadi akibat faktor alam seperti cuaca ekstrem, banjir, atau gagal panen yang mengurangi pasokan barang di pasar. Kondisi ini sesuai dengan konsep inflasi alamiah yang dijelaskan oleh Al-Maqrizi.

Selain itu, Al-Maqrizi juga menjelaskan bahwa kesalahan manusia dapat merusak kondisi ekonomi. Dalam konteks Indonesia, distribusi barang yang kurang efisien, praktik korupsi, penimbunan barang, dan kebijakan yang kurang tepat dapat menyebabkan harga kebutuhan pokok semakin meningkat.

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi melalui operasi pasar, bantuan sosial, subsidi, serta peningkatan produksi pangan. Upaya tersebut menunjukkan bahwa peran pemerintah sangat penting dalam menjaga stabilitas perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sebagaimana telah dijelaskan oleh Al-Maqrizi berabad-abad yang lalu.

Menurut saya, Al-Maqrizi merupakan salah satu tokoh ekonomi Islam yang memiliki pemikiran sangat maju pada masanya. Hal yang paling menarik dari pemikirannya adalah kemampuannya membedakan antara inflasi yang terjadi karena faktor alam dan inflasi yang disebabkan oleh kesalahan manusia.

Saya setuju dengan pandangan Al-Maqrizi bahwa tidak semua masalah ekonomi disebabkan oleh kondisi alam. Dalam banyak kasus, masalah ekonomi justru diperparah oleh perilaku manusia seperti korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat. Ketika hal tersebut terjadi, masyarakat yang berada di tingkat rendah menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya karena daya beli mereka semakin menurun.

Menurut saya, pemikiran Al-Maqrizi memberikan pelajaran penting bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam menciptakan keadilan, transparansi, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemikiran Al-Maqrizi masih sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di Indonesia saat ini.

 

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |