Massa yang tergabung dalam Solidaritas Seni untuk Palestina menggelar aksi Solidarita Palestina bertajuk Free Them All Hostage, di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (17/6/2026). Aksi tersebut menyuarakan agar genosida di Gaza oleh Zionis Israel dihentikan, serta pembebasan 10 aktivis kemanusiaan Maghreb Sumud Organisation yang membawa bantuan kemanusiaan lewat jalur darat dibabaskan.
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA— Perundingan gencatan senjata di Mesir antara faksi-faksi Palestina dan para mediator menghadapi ujian serius setelah Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi Board of Peace, menuntut agar tidak ada lagi sebutir peluru PUN yang tersisa di Gaza.
Di antara tuntutan maksimal yang diajukan badan pengawas Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah pelucutan total Hamas, penyerahan peta jaringan terowongan yang dioperasikan kelompok tersebut, bahkan penyitaan senjata pribadi milik warga Palestina di wilayah kantong itu.
Menurut sejumlah sumber yang terlibat dalam pembicaraan di Kairo, persoalan penyerahan senjata Palestina menjadi hambatan utama untuk mengakhiri sepenuhnya perang yang oleh Palestina disebut sebagai perang genosida Israel di Gaza.
Para pejabat Palestina berpendapat bahwa syarat pelucutan senjata secara menyeluruh menunjukkan bahwa Mladenov pada dasarnya hanya memfasilitasi tuntutan maksimal Israel.
Kebuntuan saat ini berpusat pada "Klausul 8", bagian penting dari rencana gencatan senjata Oktober 2025 yang dimediasi Amerika Serikat.
Klausul ini mengatur secara rinci syarat pelucutan senjata, pengelolaan infrastruktur militer di Gaza pascaperang, serta pengalihan tanggung jawab keamanan kepada badan Palestina yang bersatu.
Sumber yang mengetahui dinamika internal perundingan mengatakan kepada Aljazeera bahwa Hamas pada awalnya menunjukkan sikap yang sangat positif terhadap klausul tersebut.
Untuk pertama kalinya, Hamas bersedia menyerahkan inventaris dan penyimpanan senjata berat, yakni persenjataan berupa roket, rudal, dan rudal antitank Kornet yang diyakini dimiliki kelompok itu.

4 hours ago
5

















































