Bahlil Pasok Kebutuhan Gas Industri Jabar dari Maluku hingga Papua Pakai LNG

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, TUBAN, – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa kebutuhan harga gas industri di kawasan Jawa Barat, Banten, dan Jakarta kini dipenuhi dengan pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) yang didatangkan dari Indonesia bagian timur. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas menurunnya lifting gas pipa di wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, Kamis. Ia menjelaskan bahwa penurunan lifting gas domestik memaksa pemerintah untuk menutup kekurangan pasokan dengan LNG dari berbagai daerah.

“Karena terjadi penurunan lifting, kemudian kekurangannya itu diisi dengan LNG yang diambil dari Maluku, Sulawesi, Papua dan Kalimantan,” ujar Bahlil.

Penyebab Kenaikan Harga Gas Industri

Bahlil merinci bahwa harga gas industri untuk kawasan Jawa Timur masih relatif stabil. Sebaliknya, wilayah Jawa Barat, Banten, Bekasi, serta Jakarta mengalami kenaikan harga. Kondisi ini dipicu oleh menurunnya lifting gas yang berdampak langsung pada penyaluran gas pipa, sehingga pasokan harus dialihkan ke LNG yang memiliki konsekuensi penyesuaian harga.

“Itu yang membuat harga ada penyesuaian,” kata Bahlil menegaskan.

Meskipun terjadi pergeseran pasokan untuk memenuhi kebutuhan domestik, Bahlil memberikan jaminan bahwa tidak akan ada pemangkasan kuota ekspor LNG pada semester II 2026. Sebelumnya, pemangkasan kuota ekspor sempat terjadi pada tahun 2025 untuk memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. “Aman, aman semuanya. Untuk ekspor LNG nggak ada yang dipotong,” ujarnya.

Ancaman PHK Massal di Sektor Industri

Kenaikan harga gas ini telah memicu kekhawatiran di sektor industri padat karya. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada Selasa (23/6) menyatakan bahwa DPR siap melakukan mitigasi terkait laporan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 50 ribu orang di salah satu pabrik keramik di Bekasi, Jawa Barat.

Laporan tersebut berasal dari Ketua Umum KSPSI Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. Dalam kesempatan terpisah, ia menyebut bahwa dalam 7-10 hari ke depan akan terjadi PHK di salah satu pabrik keramik terbesar di Bekasi jika tidak ada solusi atas lonjakan biaya energi ini.

Menindaklanjuti hal tersebut, Dasco langsung menjalin komunikasi dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk mencari solusi. “Ya, jadi setelah kontak nanti saya juga sudah janjian dengan perwakilan dari teman-teman serikat pekerja yang terdampak. Kemudian untuk bertemu dengan Dirut Pertamina, mungkin besok, untuk kemudian membicarakan solusi mengenai perusahaan-perusahaan tadi yang mungkin bisa berdampak terhadap 55 ribu karyawan,” ujar Dasco.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |