Jakarta, CNN Indonesia --
Jalur kereta Stasiun Pekalongan - Stasiun Sragi, tepatnya di KM 88+6/7, terendam banjir sejak Sabtu (17/1) dini hari pukul 3.20 WIB. Sejumlah perjalanan kereta pun tertahan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan, ketinggian air di kedua jalur yang telah mencapai 10 sentimeter (cm) membuat pihaknya harus menutup jalur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk keselamatan, jalur kereta api terpaksa kami tutup dan untuk sementara tidak bisa dilalui kereta api. Sehingga perjalanan KA, khususnya yang melewati jalur dari Pekalongan menuju Jakarta pun maupun sebaliknya sementara terganggu," ujar Luqman, dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/1), melansir detikJateng.
Per pukul 4.15 WIB, tercatat ada 7 perjalanan kereta yang terganggu. Di antaranya sebagai berikut:
- KA Jayabaya
- KA Harina
- KA Argo Anjasmoro
- KA Tawangjawa Premium
- KA Plambangan
- KA Kertajaya
- KA Dharmawangsa
Selain itu, ada juga perjalanan kereta api yang memutar. Empat perjalanan itu diputar melalui jalur selatan per 5.30 WIB. Di antaranya sebagai berikut:
- KA 30F (Anjasmoro) memutar via Tegal - Prupuk - Kroya -Solobalapan - Gundih - Gambringan
- KA 92 (Jayabaya) memutar via Tegal - Prupuk - Kroya - Solobalapan - Gundih - Gambringan
- KA 96 (Harina) memutar via Tegal - Prupuk - Kroya - Solobalapn - Gundih - Gambringan
- KA 197 (Kamandaka) memutar via Semarang Tawang - Brumbung - Gundh - Solobalapan - Kroya - Cilacap
Hingga saat ini, lanjut Luqman, pihaknya masih memantau ketinggian air. Jika diperlukan, KAI akan mengambil langkah lanjutan.
"KAI Daop 4 Semarang terus melakukan pemantauan terhadap situasi ketinggian air di lokasi dan siap melakukan tindakan lanjutan apabila diperlukan. Upaya mitigasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api, yang menjadi prioritas utama KAI," ujar Luqman.
(asr)

3 hours ago
1












































