REPUBLIKA.CO.ID, BITUNG, – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung, Sulawesi Utara, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga daya beli masyarakat melalui pengendalian inflasi dan pemantauan harga. Upaya ini menjadi fokus utama meskipun Kota Bitung belum termasuk dalam wilayah pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK).
Kepala BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan high level meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Bitung, Jumat. Ia menekankan bahwa pemantauan harga tetap krusial untuk memastikan kesejahteraan warga.
"Meskipun Kota Bitung belum menjadi target pengukuran indeks harga konsumen atau IHK, pemantauan harga tetap harus diperhatikan untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat," ujar Joko.
Pergerakan Harga dan Komoditas Fluktuatif
Joko menjelaskan, pergerakan harga sejumlah komoditas di Bitung secara umum relatif searah dengan Kota IHK Manado. Namun, terdapat beberapa komoditas yang memerlukan perhatian khusus karena volatilitasnya yang tinggi.
Secara historis, komoditas yang menjadi perhatian utama adalah cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Ketiga komoditas ini menunjukkan pergerakan harga yang sangat fluktuatif.
Menariknya, pada komoditas cabai rawit dan cabai merah, harga masih relatif tinggi meskipun ketersediaan pasokan di Sulawesi Utara meningkat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan harga tidak semata-mata dipengaruhi oleh jumlah pasokan.
"Tekanan harga tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah pasokan, tetapi juga oleh kelancaran distribusi, biaya angkut, kualitas pasokan, dan efektivitas rantai pasok," jelas Joko.
Stabilitas Pangan Pokok
Di sisi lain, stabilitas pasokan untuk komoditas kebutuhan pokok seperti telur ayam ras, beras medium, dan daging ayam ras perlu terus dipertahankan. Komoditas-komoditas ini menunjukkan tingkat pergerakan harga yang relatif lebih stabil.
"Komoditas ini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan dan kecukupan gizi masyarakat secara luas," tambahnya.
Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan melalui bauran kebijakan yang konsisten serta penguatan sinergi dengan pemerintah, TPID, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan prioritas utama pemerintah kota. Pihaknya mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.
"Kedaulatan bangsa ada di pangan. Kalau kebutuhan pokok terpenuhi, ekonomi lebih stabil," kata Hengky. Ia menambahkan, sebagai kota maritim, industri, dan pusat distribusi di Sulawesi Utara, Bitung mempunyai peran besar dalam menjaga kelancaran rantai pasok pangan strategis.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
3

















































