Mitchell Robinson kala berseragam New York Knicks melakukan slam dunk dalam laga NBA.(AFP/MICHAEL GONZALES / NBAE / Getty Images)
BOSTON Celtics secara resmi memperkenalkan Mitchell Robinson sebagai rekrutan terbaru mereka guna memperkuat posisi center dalam menghadapi kompetisi NBA musim 2026-2027. Langkah strategis ini diambil manajemen Celtics untuk memperkokoh lini pertahanan di bawah ring.
Melansir laman resmi NBA, Senin (10/8/2026), pemain berpostur 2,13 meter ini datang dengan modal pengalaman delapan musim membela New York Knicks. Robinson juga tercatat sebagai bagian dari skuad yang memenangkan gelar juara pada edisi 2025-2026.
Manajemen Celtics mengonfirmasi bahwa pemain berusia 28 tahun tersebut menyepakati kontrak berdurasi tiga tahun. Nilai kontrak Robinson mencapai 47,4 juta dolar AS, atau setara dengan lebih dari Rp843 miliar.
Profil dan Rekor Efisiensi
Robinson merupakan jebolan Chalmette High School, Louisiana. Sejak masa sekolah menengah, ia sudah menunjukkan dominasi luar biasa dengan rata-rata statistik yang impresif. Di level profesional, ia dikenal sebagai pemain dengan efisiensi tembakan yang sangat tinggi.
Salah satu pencapaian fenomenalnya terjadi pada musim 2019-2020, saat ia membukukan persentase tembakan sebesar 74,2%. Angka tersebut berhasil melampaui rekor legendaris Wilt Chamberlain (72,7 persen) yang telah bertahan selama 47 tahun.
| Nama Pemain | Mitchell Robinson |
| Tinggi Badan | 2,13 Meter |
| Durasi Kontrak | 3 Tahun |
| Nilai Kontrak | US$47,4 Juta (±Rp843 Miliar) |
| Statistik Musim Terakhir (Knicks) | 5,7 ppg, 8,8 rpg, 1,2 bpg (60 laga) |
Misi Kebangkitan Celtics
Kehadiran Robinson diharapkan menjadi solusi atas kegagalan Celtics pada musim sebelumnya. Pada NBA 2025-2026, Celtics sebenarnya tampil perkasa di musim reguler dengan rekor 53-25 dan menempati posisi unggulan kedua di Wilayah Timur.
Namun, perjalanan mereka di babak playoff terhenti secara dramatis. Meski sempat unggul 3-1 atas Philadelphia 76ers di putaran pertama, Celtics harus menyerah 3-4 setelah kalah 100-109 pada laga penentuan (Gim 7). Kegagalan tersebut memupus harapan mereka untuk mengulangi kesuksesan menjadi juara NBA seperti yang diraih pada edisi 2024. (Ant/Z-1)

















































