REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden China Xi Jinping kembali menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Dalam inspeksi pertanian di Kota Dezhou, Provinsi Shandong, Xi menekankan China tidak boleh bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi lebih dari 1,4 miliar penduduknya.
Kunjungan Xi dilakukan di tengah musim panen gandum dan penanaman jagung musim panas, periode yang sangat menentukan bagi produksi pangan tahunan China. Di Desa Dongyujia, ia meninjau langsung kondisi lahan pertanian, berbincang dengan petani, operator mesin pertanian, dan teknisi, serta memeriksa perkembangan panen dan penanaman kembali.
Alih-alih hanya menerima laporan resmi, Xi menanyakan secara rinci luas lahan yang ditanami, fasilitas penyimpanan, keuntungan petani, koordinasi penggunaan mesin pertanian, hingga hasil panen musim ini.
"Lebih baik dari tahun lalu," jawab Yu Shulei, petani yang mengelola lebih dari 400 mu atau sekitar 27 hektare lahan.
Menurut Yu, panen tahun ini diraih setelah perjuangan panjang. Curah hujan tinggi pada musim gugur tahun lalu sempat menunda masa tanam sehingga petani bersama para teknisi pertanian harus melakukan berbagai upaya untuk menjaga pertumbuhan tanaman.
Mendengar laporan tersebut, Xi menyampaikan apresiasinya. Setelah mengetahui produksi gandum kembali meningkat dan penanaman jagung berjalan sesuai jadwal, ia kembali menegaskan pentingnya menjaga stabilitas produksi pangan.
"Memastikan pasokan biji-bijian dan produk pertanian lainnya yang stabil adalah prioritas utama dalam produksi pertanian," kata Xi.
Dalam kesempatan itu, Xi kembali mengingatkan pentingnya menjaga luas lahan pertanian nasional agar tidak berkurang dari batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah.
"Saya telah menekankan bahwa total luas lahan pertanian negara tidak boleh turun di bawah garis merah 1,8 miliar mu (120 juta hektare) dan bahwa semua lahan pertanian utama harus dicadangkan untuk produksi biji-bijian. Mengapa?" ujar Xi.
Ia kemudian menjawab sendiri pertanyaan tersebut dengan menegaskan pentingnya kemandirian pangan bagi China.
"Karena tidak peduli seberapa modern negara kita, kita harus bergantung pada diri kita sendiri untuk memberi makan rakyat kita. Dengan populasi 1,4 miliar, kita tidak dapat bergantung pada orang lain. Kita harus tetap fokus pada produksi biji-bijian," kata Xi.
Pernyataan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah China yang selama bertahun-tahun menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas strategis nasional. Dengan hampir 20 persen populasi dunia tetapi hanya memiliki sekitar 9 persen lahan pertanian global, China terus berupaya mempertahankan swasembada pangan melalui perlindungan lahan pertanian dan peningkatan produktivitas.
Panen musim panas memiliki arti penting bagi China karena menyumbang sekitar 40 persen produksi pangan pokok nasional setiap tahun. Setelah panen gandum selesai, petani harus segera menanam jagung, kedelai, atau padi untuk mengejar musim tanam berikutnya.
sumber : Xinhua

16 hours ago
10









































