Diabetes tak Lagi Kenal Usia, Anak Muda Perlu Waspadai Gejala dan Faktor Risikonya

3 hours ago 6
Diabetes tak Lagi Kenal Usia, Anak Muda Perlu Waspadai Gejala dan Faktor Risikonya Ilustrasi diabetes.(Magnific)

DIABETES kini tidak lagi identik sebagai penyakit yang hanya menyerang lansia. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus diabetes pada remaja dan dewasa muda terus meningkat. Para ahli menilai perubahan gaya hidup, seperti konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, kurang aktivitas fisik, serta meningkatnya angka obesitas menjadi faktor utama yang membuat diabetes tipe 2 semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula (glukosa) dalam darah terlalu tinggi karena tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup atau tidak mampu menggunakannya secara efektif. Kondisi ini dapat berkembang tanpa disadari hingga akhirnya memicu berbagai komplikasi serius apabila terlambat ditangani.

Gaya Hidup Jadi Faktor Risiko

CDC menjelaskan bahwa diabetes pada usia muda dapat berupa diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi akibat gangguan autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Sementara itu, diabetes tipe 2 lebih banyak dipengaruhi oleh kombinasi faktor keturunan dan gaya hidup.

Risiko diabetes tipe 2 meningkat pada seseorang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, jarang berolahraga, memiliki pola makan tinggi kalori dan gula, serta memiliki riwayat diabetes dalam keluarga. Kebiasaan mengonsumsi minuman manis, makanan cepat saji, dan terlalu lama duduk juga turut memperbesar risiko penyakit ini muncul di usia muda.

Kenali Gejala Sejak Awal

Gejala diabetes sering berkembang secara perlahan sehingga kerap tidak disadari. Menurut CDC dan Mayo Clinic, tanda yang perlu diwaspadai meliputi sering merasa haus, lebih sering buang air kecil, mudah lapar, tubuh cepat lelah, penglihatan kabur, hingga berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

Pada sebagian penderita diabetes tipe 2, juga dapat muncul luka yang sulit sembuh, infeksi berulang, atau bercak kehitaman di area leher dan ketiak sebagai tanda resistensi insulin. Jika gejala tersebut muncul, pemeriksaan gula darah sebaiknya segera dilakukan agar penyakit dapat dideteksi lebih dini.

Pencegahan Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Meski diabetes tipe 1 belum dapat dicegah, risiko diabetes tipe 2 dapat dikurangi melalui pola hidup sehat. CDC dan Mayo Clinic menganjurkan masyarakat untuk rutin berolahraga setidaknya 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, memperbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, serta membatasi makanan dan minuman tinggi gula.

Tidur yang cukup, mengelola stres, tidak merokok, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi langkah penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko. Dengan mengenali penyebab, gejala, dan cara pencegahannya sejak dini, masyarakat diharapkan dapat menurunkan risiko diabetes sekaligus mencegah komplikasi serius di masa mendatang. (Sumber: CDC (Centers for Disease Control and Prevention), Mayo Clinic/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |