REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno mendapatkan penghargaan Muzakki Teladan Berdampak. Ia mengajak semua pihak berkolaborasi dalam pertumbuhan ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno usai hadir untuk menerima penghargaan Happiness Award Kategori Muzakki Teladan Berdampak di acara Public Expose Rumah Zakat Tahun 2026 yang diselenggarakan di The Sultan Hotel & Residence Jakarta pada Rabu (8/4/2026).
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Presiden ke-13 RI, Ma'ruf Amin dan para pemangku kepentingan terkait.
"Yang saya hormati Rumah Zakat, banyak sekali sahabat saya yang hadir disini. Saya sangat tersanjung bisa diundang di acara yang penuh berkah ini," ujar Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno mengaku bila semua pihak berkolaborasi dalam penghargaan Muzakki Teladan maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya ekonomi syariah.
"Saya setuju nama award nya ini happiness award, karena tadi Muzakki teladan adalah Muzakki yang level of happiness-nya tertinggi. Karena bukan kita yang berbagi tapi justru kita mendapatkan manfaatnya bagi diri sendiri," paparnya.
Sandiaga Uno bercerita mengenai awal dirinya mengenal Rumah Zakat pada masa lampau dan berharap dapat terus berkontribusi untuk kolaborasi demi kemajuan ekonomi umat.
"Saya melihat rumah zakat ini bertransformasi, saya dahulu kenal namanya dompet sosial umul kuro, itu pertama kali saya berkenalan dengan Abdul Zaki, yang sekarang menjadi rumah zakat," kata Sandiaga Uno.
Beragam kolaborasi program dengan rumah zakat juga akan terus diupayakan oleh Sandiaga Uno, ia juga berharap semua pihak dapat mendukung Rumah Zakat dengan berbagai kerja sama yang strategis dan menguntungkan umat.
"Kami juga punya program bersama from mustahik to Muzaki, itu insya Allah bisa kita kerjasamakan dengan Yayasan Indonesia Setara dan Rocket Youth Entrepreneurship, dan Desa Emas," lanjutnya.
Sandiaga Uno dalam penutup nya menyebutkan bahwa banyak yang memberikan sambutan namun jarang yang memberikan pantun.
"Saya ingin hadiahkan pantun penutup. Banyak yang kasih sambutan tapi non pantun, padahal Presiden Prabowo senang santun. Tadi saya pikir pak Kiai sama-sama kontestan Pilpres 2019, tapi Abah yai (Ma'ruf Amin) yang beruntung, senang juga. Saya mau kasih pantun," tambah Sandiaga Uno.
"Langkah kecil jangan diremehkan, Insyaallah tumbuh jadi kekuatan. From mustahiq to Muzaki kita usahakan, bersama Rumah Zakat tebar kebermanfaatan," ujar dia.

7 hours ago
4

















































