Ekosistem MICE Yogyakarta Makin Kuat

3 hours ago 5
Ekosistem MICE Yogyakarta Makin Kuat Ilustrasi gedung akomodasi untuk kebutuhan MICE di Yogyakarta yang tengah dikembangkan SWID.(Dok. MI)

BESARNYA kebutuhan akomodasi untuk kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) mendorong penambahan kapasitas hotel dan ruang pertemuan di Yogyakarta. Salah satunya dilakukan PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) melalui penambahan 219 kamar hotel serta pembangunan ballroom baru.

Direktur Utama SWID, Bogat Agus Riyono, mengatakan pasar wisata dan MICE Yogyakarta masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

“Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata dan MICE yang paling diminati di Indonesia setelah Bali. Potensinya sangat besar,” kata Bogat.

Berdasarkan data yang diterima, The Royal Alana Yogyakarta yang memiliki 219 kamar dijadwalkan dibuka pada 27 Agustus 2026. Kehadiran hotel tersebut akan menambah kapasitas akomodasi di kawasan yang sebelumnya telah dilayani The Alana Yogyakarta dengan 264 kamar.

Bogat mengatakan, penambahan kamar tersebut terutama diarahkan untuk menangkap kebutuhan peserta kegiatan MICE. Saat ini, fasilitas MICE The Alana Yogyakarta dapat menampung hingga 3.000 orang, sementara kapasitas kamar hotel hanya 264 kamar.

Kondisi itu membuat sebagian kebutuhan penginapan peserta acara selama ini masih harus dipenuhi oleh hotel-hotel lain di sekitar lokasi.

Menurut dia, tambahan 219 kamar di The Royal Alana akan memungkinkan kebutuhan akomodasi dari kegiatan berskala besar ditangkap lebih optimal.

Perusahaan memperkirakan pendapatan gabungan The Alana Yogyakarta dan The Royal Alana dapat meningkat hingga 50% dibandingkan pendapatan yang ada saat ini.

Ekspansi di sektor MICE juga dilakukan melalui pembangunan ballroom baru INNSiDE by Melia Yogyakarta. Groundbreaking fasilitas tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama dengan pembukaan The Royal Alana.

Ballroom baru itu diproyeksikan meningkatkan kemampuan hotel menerima kegiatan dengan jumlah peserta lebih besar. Bertambahnya aktivitas MICE selanjutnya diharapkan ikut meningkatkan tingkat okupansi kamar dan pendapatan hotel.

Ekspansi tersebut menunjukkan bahwa pasar MICE menjadi salah satu segmen yang semakin diperhitungkan pelaku industri perhotelan Yogyakarta, terutama karena kebutuhan penyelenggaraan acara tidak hanya berkaitan dengan ruang pertemuan, tetapi juga ketersediaan kamar dalam jumlah besar. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |