Empat Haji Asal NTB Masih Dirawat di RS Arab Saudi

16 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Sebanyak empat orang anggota jamaah haji Embarkasi Lombok belum bisa kembali ke Tanah Air karena masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi. Hal itu disampaikan Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB), Herman Nugraha. Menurut dia, keempat orang tersebut berasal dari Kelompok Terbang (Kloter) 11, 12, 14, dan 15.

"Informasi terakhir, jumlah peserta haji yang masih tertinggal dan dirawat di rumah sakit di Arab Saudi itu ada empat orang," ujar Herman Nugraha di Mataram, NTB, pada Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, keempat orang anggota jamaah haji itu mesti menjalani perawatan medis di sana akibat mengalami gangguan kesehatan. Berdasarkan data BKK Kelas I Mataram, mereka ini di antaranya berinisial SN asal Dompu dari Kloter 11. Yang bersangkutan menjalani perawatan akibat sindrom gangguan pernapasan akut atau acute respiratory distress syndrome (ARDS).

Selanjutnya, inisial K asal Aikmel, Lombok Timur, dari Kloter 12. Ia dirawat karena penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Kemudian, inisial S asal Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, dari Kloter 14 masih menjalani perawatan akibat ileus atau gangguan pada saluran pencernaan.

"Adapun seorang lagi berinisial S asal Sikur, Lombok Timur, dari kloter 15 juga masih menjalani perawatan di Arab Saudi," kata Herman.

Menurutnya, sebagian besar jamaah yang masih dirawat mengalami gangguan pada sistem pernapasan dan penyakit penyerta lainnya sehingga belum memungkinkan untuk diterbangkan ke Indonesia.

"Di sini kebanyakan karena gangguan pernapasan, gangguan jantung, ada penyakit paru. Semuanya berkaitan dengan pernapasan dan jantung," terangnya.

Ia menjelaskan, selama masa tugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi masih berlangsung, kondisi peserta haji tersebut akan dipantau setiap hari oleh petugas kesehatan haji. Pemulangan mereka akan dikoordinasikan dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |