Kepulan asap terlihat setelah rudal Iran menghantam pangkalan AS di ibu kota Bahrain, Manama, Sabtu (28/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, MANAMA -- Investigasi The Wall Street Journal (WSJ) mengungkap bahwa Pentagon selama ini menutup-nutupi fakta kerusakan pangkalan Amerika Serikat (AS) di Bahrain akibat serangan rudal dan drone oleh Iran. Seperti dilansir India Today, Jumat (26/6/2026), serangan berulang oleh Iran terhadap Aktivitas Pendukung Maritim (NSA) Bahrain antara akhir Februari dan Juni mengakibatkan kerusakan berat hingga kritis di infrastuktur militer AS itu.
Temuan WSJ berdasarkan citra satelit, potongan video di media sosial, dan wawancara dengan anggota dan bekas anggota militer AS, mengungkap bahwa kerusakan lebih besar dari apa yang diakui oleh Pentagon. Skala kerusakan disebut membuat negara di kawasan melakukan evaluasi terhadap jejak militer AS di Timur Tengah.
Beberapa pejabat yang dikutip WSJ menimbang apakah beberapa pangkalan harus direlokasi, dikurangi atau dibangun ulang untuk mengantisipasi meningkatnya ancaman dari rudal dan drone Iran. Investigasi WSJ mengungkap bahwa beberapa rudal dan drone Iran berhasil mempenetrasi sistem pertahanan udara AS dan menghantam bagian-bagian strategis NSA Bahrain.
Di antara fasilitas yang rusak adalah markas besar pusat kontrol, sepuluh bangunan lain, dan dua terminal komunikasi satelit yang digunakan untuk operasi militer. Sementara Pentagon menyebut tidak ada anggotanya yang terbunuh di pangkalan dan operasi tetap berlanjut tanpa gangguan besar, sebagian besar personel AS telah dievakuasi sebelum serangan besar dari Iran datang.
Menjawab pertanyaan terkait serangan-serangan Iran, Juru Bicara Pusat Komandor AS (CENTCOM) Kapten Tim Hawkins mempertahankan strategi militer AS.
"CENTCOM berhak memprioritaskan perlindungan orang-orang yang ada di dalam gedung-gedung, dan strategi kami adalah melindungi orang-orang yang bekerja. Iran menembakkkan lebih dari 8.000 rudal dan drone dan hanya dua yang menghantam dan berujung pada jatuhnya korban," kata Hawkins kepada WSJ.
Menurut Hawkins, Angkatan Bersenjata AS menderita kerusakan yang sedikit dalam perang Iran. Sementara, "AS menghantam lebih dari 13.500 target," Hawkins menambahkan.

5 hours ago
4

















































