Frugal Living Bakal Bertahan Lama, Generasi Muda Kian Sadar Finansial

5 hours ago 3

Investor memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui ponsel pintar, Kamis (18/4). Gaya hidup hemat berpotensi bertahan dalam jangka panjang seiring meningkatnya kesadaran finansial dan pola konsumsi selektif di kalangan generasi muda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Antropolog Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto menilai tren frugal living atau gaya hidup hemat berpotensi bertahan dalam jangka panjang seiring meningkatnya kesadaran finansial dan pola konsumsi selektif di kalangan generasi muda. Menurut Semiarto, tren hidup hemat saat ini memang dapat berubah mengikuti perkembangan gaya hidup dan estetika yang bergerak cepat.

“Kalau sekarang ini mungkin masih tren jangka pendek karena kita hidup di dunia yang perubahannya sangat cepat,” kata Semiarto, Jumat (8/5/2026).

Meski demikian, ia menilai prinsip hidup hemat dan konsumsi yang lebih rasional kemungkinan tetap bertahan karena generasi muda semakin sadar pentingnya pengelolaan keuangan.

“Kesadaran finansial kita makin tinggi. Kesadaran untuk menabung dan melakukan budgeting,” ujarnya.

Ia menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi pola kerja berbasis gig economy yang membuat pendapatan generasi muda cenderung tidak selalu stabil.

“Kita hidup di dalam konteks ekonomi berbasis gig. Ada kalanya punya uang cukup banyak, tapi ada kalanya kosong,” katanya.

Karena itu, menurut dia, generasi muda kini semakin selektif dalam menentukan prioritas pengeluaran dan lebih mengutamakan pengalaman dibanding kepemilikan aset.

“Prioritas sekarang memang bukan pada kepemilikan, tetapi pada pengalaman dan well-being,” ujar Semiarto.

Ia menilai kebutuhan akan kenyamanan kini juga semakin fleksibel karena banyak layanan yang memungkinkan masyarakat menikmati fasilitas tertentu tanpa harus memilikinya secara permanen.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |