Rupiah Melemah ke Rp 17.967 per Dolar AS, IHSG Berpotensi Volatil

3 hours ago 2

Nilai tukar rupiah pada Kamis (25/6/2026) pagi bergerak melemah 15 poin atau 0,08 persen menjadi Rp 17.967 per dolar AS. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah pada Kamis (25/6/2026) pagi bergerak melemah 15 poin atau 0,08 persen menjadi Rp 17.967 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.952 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah terjadi karena meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). “Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah semakin meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed, yang mendorong indeks dolar AS naik mencapai level tertinggi baru dalam 13 bulan,” ujar Lukman  di Jakarta, Kamis.

Pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sekitar 70 persen pada September dan kemungkinan kenaikan kembali pada Desember. Investor juga tengah mengantisipasi data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang diperkirakan naik dari 0,3 persen menjadi 0,4 persen.

“Tidak ada data ekonomi dari domestik. Dari dalam negeri, sentimen beragam. Meski dana asing masuk ke Surat Berharga Negara (SBN), secara umum dana asing justru keluar dari pasar ekuitas,” kata Lukman.

Menurut dia, pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir dipicu lonjakan indeks dolar AS meskipun Bank Indonesia (BI) telah berupaya menjaga nilai tukar rupiah agar tidak melemah. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.000 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi tercatat melemah 15 poin atau 0,08 persen menjadi Rp 17.967 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.952 per dolar AS.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |