Hujan Lebat Picu Banjir Bandang-Longsor di China, 9 Orang Tewas

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak sembilan orang tewas dan 11 lainnya masih dilaporkan hilang imbas banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di China sejak akhir pekan lalu.

Kantor berita China Xinhua melaporkan hujan lebat dan ekstrem mengguyur daerah di distrik Yongchuan, kota Chongqing, pada Sabtu malam hingga Minggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hujan lebat itu kemudian memicu banjir bandang dan tanah longsor di daerah. Imbas bencana hidrometeorologi ini pula sekitar 2.000 warga dievakuasi ke tempat lebih aman, demikian dikutip Reuters, Senin (25/5).

Hingga kini, operasi penyelamatan masih berlangsung karena banyak kota dan kecamatan mengalami kerusakan parah imbas bencana itu.

Dalam foto yang beredar, tampak banjir bercampur lumpur menghantam pemukiman warga. Di gambar lain, sejumlah ekskavator dikerahkan sebagai bagian dari operasi penyelamatan.

Hujan dengan intensitas tinggi kerap mengguyur sejumlah wilayah di China. Pusat Iklim Nasional melaporkan, sejak awal musim pada 1 April, curah hujan rata-rata mencapai 110,1 militer atau sekitar 18,6 persen di atas normal.

Pakar di Pusat Iklim Nasional Sun Mingyang juga melaporkan hujan ekstrem meluas di seluruh China utara dan selatan.

"Sebanyak 76 stasiun meteorologi tingkat nasional mencatat curah hujan harian yang memecahkan rekor," kata Sun dalam laporan China Daily.

Rekor itu di antaranya terjadi di Enping provinsi Guangdong dengan curah hujan 597,7 mm dalam satu hari, sementara Jingzhou provinsi Hubei, Shangyou di provinsi Jiangxi, dan Guigang di wilayah otonom Guangxi Zhuang juga melampaui rekor curah hujan harian.

Ahli meteorologi lain di Pusat Ikim Nasional, Gao Hui, mengatakan curah hujan saat ini sebagian besar karena pengaruh gabungan dari beberapa sistem atmosfer utama.

Tekanan tinggi subtropis Pasifik barat, sistem cuaca utama yang memengaruhi Asia Timur, tetap luar biasa kuat dan berada lebih jauh ke barat dan utara dari biasanya selama seminggu terakhir.

"Sisi barat sistem tersebut terus-menerus mengangkut udara hangat dan lembap dari samudra tropis ke pedalaman China, yang membantu memicu curah hujan lebat," kata Gao.

(isa/dna/dan)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |