Jakarta, CNN Indonesia --
Rusia mewanti-wanti warga asing yang tinggal di Ibu Kota Ukraina, Kyiv, untuk segera angkat kaki menyusul rencana serangan sistemik yang akan diluncurkan Moskow.
Dalam rilis resmi, Kementerian Luar Negeri menyatakan akan menargetkan "lokasi-lokasi spesifik" seperti tempat UAV dirancang, diproduksi, diprogram, hingga siap pakai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fasilitas-fasilitas ini sayangnya "tersebar di seluruh Kyiv," dan mau tak mau mereka harus memberi imbauan ke warga asing di sana.
"Kami memperingatkan warga negara asing, termasuk personel misi diplomatik dan organisasi internasional, untuk meninggalkan kota sesegera mungkin," demikian pernyataan Kemlu Rusia, dikutip Al Jazeera.
Rusia juga mendesak warga Kyiv untuk menghindari dan mendekati fasilitas infrastruktur militer hingga administrasi.
Di rilis terpisah, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov juga memberi tahu Menlu AS Marco Rubio soal rencana Rusia. Dia juga meminta Rubio mengevakuasi staf kedutaan AS di Kyiv.
Kementerian Pertahanan Rusia juga menyatakan rencana serangan itu sebagai tanggapan usai drone Ukraina menghantam asrama mahasiswa, Starobilsk pekan lalu.
Kemlu Rusia juga menggemakan narasi serupa. Mereka menyebut serangan terhadap Starobilsk menandai "puncak kesabaran" Rusia.
Rusia dan Ukraina saling gempur sejak Februari 2022. Ribuan korban tewas baik sipil maupun tentara imbas perang tersebut.
Komunitas internasional sudah berkali - kali menyerukan gencatan senjata permanen untuk Rusia dan Ukraina.
Beberapa bahkan mengajukan proposal perdamaian guna mengakhiri perang. Namun, tak ada satu pun usulan yang diterima kedua pihak.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2

















































