HYBE Bantah Minta Bantuan Kedubes AS Cabut Cekal Bang Si-hyuk

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 21 Apr 2026 12:00 WIB

HYBE membantah minta bantuan AS untuk lobi pencabutan larangan Bang Si-hyuk ke luar negeri imbas kasus penipuan IPO. HYBE membantah minta bantuan AS untuk lobi pencabutan larangan Bang Si-hyuk ke luar negeri imbas kasus penipuan IPO. (AFP/Seongjoon Cho)

Jakarta, CNN Indonesia --

HYBE secara resmi membantah terlibat dalam upaya diplomatik untuk mencabut pencekalan perjalanan ke luar negeri yang menimpa Bang Si-hyuk. Bos HYBE itu dilarang ke luar negeri sejak Agustus buntut pemeriksaan dugaan penipuan IPO.

Bantahan disampaikan pada Senin (20/4) menyusul laporan media lokal yang menyebutkan Kedutaan Besar AS mengirimkan surat kepada Kepolisian Nasional Korea (KNPA) untuk meminta pencabutan larangan bepergian bagi Bang Si-hyuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berita campur tangan Kedutaan Besar AS sempat memicu kontroversi, mengingat jarang sekali kedutaan asing mengintervensi langsung proses hukum domestik negara lain, terutama untuk kepentingan warga negara non-AS.

"Kami tidak pernah meminta Kedutaan Besar AS untuk mengupayakan pencabutan larangan perjalanan Chairman Bang," ungkap seorang pejabat HYBE kepada The Korea Herald pada Senin (20/4).

Pihak agensi juga menambahkan bahwa belum ada keputusan mengenai kehadiran Bang Si-hyuk di acara perayaan Hari Kemerdekaan AS ke-250, karena ia belum menerima undangan resmi dari kedutaan terkait.

[Gambas:Video CNN]

Selain acara perayaan 4 Juli, dalam laporan yang beredar, surat itu diduga juga untuk memberikan izin ke Bang Si-hyuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dalam rangka mendampingi tur dunia BTS.

Namun, pihak Kedutaan Besar AS di Seoul menolak memberikan komentar lebih lanjut terkait hal ini.

Sementara itu, Komisaris Kepolisian Metropolitan Seoul Park Jung-bo menyatakan bahwa pihak Kepolisian Seoul belum menerima permintaan Kedutaan Besar AS di Seoul per 20 April.

Jika surat itu nantinya ditujukan kepada KNPA selaku badan induk, ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan meninjaunya sesuai dengan hukum dan prinsip yang berlaku.

Bang Si-hyuk saat ini menghadapi tuduhan memberikan informasi palsu kepada investor menjelang penawaran umum perdana (IPO) HYBE pada 2019, serta dugaan memperoleh keuntungan ilegal sekitar 190 miliar won melalui dana ekuitas swasta yang melibatkan mantan eksekutif.

Sebagai bagian dari proses penyidikan, pihak kepolisian telah memeriksa Bang Si-hyuk lima kali. Saat ini, polisi juga sudah mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Bang Si-hyuk pada Selasa (21/4).

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |